Jawa Pos Radar Madiun - Era digital membuat pelajar, mahasiswa, hingga pekerja tidak bisa lepas dari layar gadget. Sayangnya, kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggulirkan layar ponsel atau mengetik di laptop menyimpan ancaman kesehatan serius yang dikenal dengan istilah text neck syndrome.
Baca Juga: Profil Said Iqbal, Pimpinan Partai Buruh yang Bakal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo
Kondisi ini merupakan masalah kesehatan modern berupa ketegangan pada leher akibat posisi kepala yang menunduk secara terus-menerus. Posisi statis yang tidak ergonomis ini menambah beban luar biasa pada otot dan sendi leher, sehingga membuatnya lebih cepat lelah, kaku, dan memicu nyeri.
Kenali Gejala Text Neck Syndrome Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan harian mereka mulai merusak postur tubuh. Beberapa gejala khas text neck syndrome yang pantang diabaikan antara lain:
-
Nyeri dan kaku pada area leher, terutama setelah menggunakan gawai dalam waktu lama.
-
Pegal yang menjalar hingga ke area bahu dan punggung bagian atas.
-
Munculnya sakit kepala, yang umumnya terpusat di bagian belakang kepala.
-
Perubahan postur tubuh secara perlahan, seperti bahu yang mulai membungkuk atau posisi kepala yang terlalu maju ke depan.
Apabila nyeri sudah disertai sensasi kesemutan, mati rasa, atau melemahnya kekuatan pada lengan dan tangan, hal ini patut diwaspadai sebagai tanda adanya gangguan saraf yang lebih serius.
Langkah Pencegahan Ergonomis Keluhan text neck syndrome sejatinya sangat bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan buruk dan menerapkan disiplin postur. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dipraktikkan:
1. Sejajarkan Layar dengan Mata Gunakan holder atau penyangga ponsel agar posisi gawai bisa sejajar dengan pandangan mata. Hal ini mencegah kepala menunduk terlalu dalam dan mengurangi tekanan pada tulang belakang leher.
2. Rutin Jeda dan Peregangan Jangan terpaku pada layar selama berjam-jam. Terapkan jeda setiap 30 hingga 60 menit untuk sekadar menoleh, meregangkan leher, bahu, dan punggung agar otot kembali rileks.
3. Perbaiki Postur Duduk Pastikan Anda duduk dengan postur tegak, punggung lurus tersandar, dan bahu dalam keadaan rileks saat bekerja di depan komputer atau menggunakan tablet.
4. Terapkan Waktu Bebas Gadget Batasi durasi penggunaan ponsel, terutama menjelang jam tidur. Memberikan waktu bebas gadget sangat penting agar otot leher mendapatkan waktu istirahat yang optimal.
Baca Juga: Takut Risiko Hamil dan Melahirkan? Ini Fakta Hukum dan Agama soal Ibu Pengganti di Indonesia
Keluhan nyeri otot dan sendi umumnya akan membaik seiring dengan perbaikan postur dan istirahat yang cukup. Namun, jika nyeri terasa semakin berat, segera konsultasikan keluhan tersebut ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang akurat.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani