Jawa Pos Radar Madiun - Di usia 40, baju lama masih muat tapi stamina sudah bercerita lain.
Naik tangga lebih cepat lelah, tidur tidak sepulas dulu, dan angka di hasil lab mulai memberi sinyal yang tidak bisa diabaikan.
Yang sering salah kaprah adalah solusinya banyak orang langsung memangkas makan secara drastis, padahal pendekatan itulah yang justru memperburuk kondisi tubuh di usia ini.
Kenapa Usia 40 Jadi Titik Balik Penting?
Setelah memasuki dekade keempat, metabolisme tubuh mulai melambat dan massa otot perlahan berkurang jika tidak dijaga.
Pola makan yang sama seperti usia 20-an tidak lagi memberikan hasil yang sama bagi tubuh yang terus berubah.
Kebutuhan nutrisi bergeser, dan pendekatan makan yang tepat menjadi kunci menjaga fungsi tubuh jangka panjang.
Diet Ekstrem Justru Punya Risiko Tinggi
Registered Dietitian Mochammad Rizal MS RD memperingatkan bahwa diet ekstrem di usia 40 ke atas berisiko memicu gangguan hormon dan penurunan otot.
Baca Juga: Baru Mulai Olahraga? Jangan Lakukan Ini Sebelum Tahu Risiko Cederanya
Kekurangan gizi akibat pembatasan makan yang terlalu ketat juga bisa melemahkan sistem imun dan mempercepat penuaan.
Pendekatan yang tepat bukan mengurangi makan besar-besaran, melainkan menyeimbangkan zat gizi dalam setiap porsi.
Prinsip "Isi Piringku" yang Wajib Dipahami
Rizal menyarankan masyarakat mengacu pada konsep "Isi Piringku" dari Kemenkes sebagai panduan sederhana sehari-hari.
Prinsipnya: setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat piring karbohidrat kompleks, dan seperempat sisanya protein.
Komposisi ini memastikan tubuh mendapat energi, serat, dan zat pembangun otot secara seimbang dalam setiap kali makan.
Protein Jadi Prioritas Utama
Di usia 40 ke atas, asupan protein menjadi semakin krusial untuk mempertahankan massa otot yang secara alami mulai menurun.
Sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, tahu, dan tempe disarankan hadir di setiap menu makan utama.
Jangan lewatkan protein di pagi hari karena sarapan berprotein membantu mengontrol nafsu makan sepanjang hari.
Baca Juga: Usai Pingsan di Atas Panggung, Yubin tripleS Umumkan Hiatus Demi Pemulihan Kesehatan
Boleh Makan Favorit, Asal Tahu Caranya
Menikmati makanan kesukaan tidak harus dilarang total demi gaya hidup sehat.
Rizal menyarankan untuk mengonsumsi makanan favorit setelah makan utama yang bergizi, sehingga porsinya otomatis lebih kecil dan tetap terkontrol.
Pendekatan ini jauh lebih berkelanjutan dibanding larangan mutlak yang sering berujung pada pola makan yang tidak konsisten.
Menjaga pola makan sehat di usia 40 bukan tentang menyiksa diri dengan aturan ketat.
Ini tentang memilih nutrisi yang tepat di setiap kesempatan makan sederhana, konsisten, dan berdasar pada kebutuhan tubuh yang terus berkembang. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun