Jawa Pos Radar Madiun - Jam makan tiba, makanan sudah disiapkan, tapi perut terasa tidak tertarik sama sekali.
Kondisi ini tidak hanya dialami anak-anak yang susah makan, tapi juga orang dewasa yang sedang dalam masa pemulihan atau stres tinggi.
Sebelum buru-buru ke toko suplemen, ada sejumlah pilihan makanan alami yang terbukti efektif membantu membangkitkan selera makan kembali.
Nafsu Makan Bukan Sekadar Soal Lapar
Nafsu makan dipengaruhi oleh kombinasi faktor fisik, hormonal, dan psikologis sekaligus.
Kekurangan vitamin tertentu, pola makan tidak teratur, atau kondisi stres berkepanjangan bisa menekan sinyal lapar yang normalnya muncul secara alami.
Memilih makanan yang secara aktif merangsang sistem pencernaan dan metabolisme menjadi langkah awal yang lebih bijak dibanding langsung mengandalkan suplemen.
Baca Juga: Di Atas 40 Tahun, Cara Makan yang Dulu "Aman" Sekarang Justru Berbahaya
Alpukat: Sumber Kalori Sehat yang Disukai Tubuh
Alpukat dikenal sebagai buah dengan kandungan lemak sehat yang tinggi sekaligus kaya vitamin dan mineral penting.
Kandungan kalorinya yang baik membantu menambah energi dan mendukung penambahan berat badan secara sehat, terutama pada anak yang sulit makan.
Teksturnya yang lembut membuatnya mudah diolah menjadi smoothie, jus, atau olesan roti yang lebih menarik bagi anak-anak.
Jeruk dan Buah Sitrus: Stimulan Alami dari Vitamin B
Jeruk dan buah sitrus lainnya mengandung vitamin B kompleks yang berperan penting dalam meningkatkan nafsu makan.
Vitamin B membantu metabolisme tubuh sekaligus merangsang rasa lapar yang sempat menghilang.
Rasa segarnya juga efektif menyegarkan mulut sehingga cocok disajikan sebelum atau saat jam makan utama.
Peran Penting Tekstur dan Penyajian Makanan
Anak yang susah makan sering kali bereaksi terhadap tampilan dan tekstur, bukan hanya rasa.
Menyajikan makanan bergizi dalam bentuk yang menarik warna cerah, potongan lucu, atau dicampur bahan yang disukai bisa menjadi jalan pintas yang lebih efektif.
Prinsip yang sama berlaku untuk orang dewasa yang sedang kehilangan selera: variasi dan tampilan penyajian sering kali lebih berpengaruh dari yang disangka.
Baca Juga: Baru Mulai Olahraga? Jangan Lakukan Ini Sebelum Tahu Risiko Cederanya
Konsistensi Jadwal Makan Sama Pentingnya
Tubuh bekerja berdasarkan ritme dan kebiasaan, termasuk dalam soal rasa lapar.
Makan di waktu yang sama setiap hari membantu tubuh "mengingat" kapan harus merasa lapar dan mempersiapkan sistem pencernaan secara optimal.
Melewatkan makan justru membuat nafsu makan makin sulit diprediksi dan sering berujung pada makan berlebihan di waktu berikutnya.
Mengatasi nafsu makan yang hilang tidak harus rumit atau mahal.
Terkadang, jawabannya ada di keranjang buah di dapur yang belum sempat dijamah. (*)
*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun