Fakta Baru! Buah Berwarna Ungu dan Merah Ampuh Tekan Risiko Penyakit Jantung hingga 26 Persen

Suci Oktavia • Dipublikasikan Senin, 6 Juli 2026 | 08:24 WIB
Serangan jantung bisa mendera siapa saja. Bahkan, orang yang sehat sekalipun tanpa riwayat penyakit jantung. (JAWA POS)
Serangan jantung bisa mendera siapa saja. Bahkan, orang yang sehat sekalipun tanpa riwayat penyakit jantung. (JAWA POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Mengatur pola makan dengan memasukkan unsur buah dan sayuran berwarna pekat terbukti secara ilmiah mampu memberikan tameng perlindungan yang kuat bagi kesehatan organ vital manusia.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya antosianin, senyawa antioksidan yang memberi warna merah, biru, dan ungu pada buah serta sayuran, berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular hingga 26 persen.

Melansir dari laman Eating Well, tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi makanan kaya antosianin berpotensi mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.

Antosianin merupakan kelompok antioksidan yang terdapat secara alami pada berbagai buah dan sayuran berwarna merah, biru, maupun ungu, seperti blueberry, blackberry, ceri, cranberry, anggur merah dan ungu, plum, serta kubis ungu.

Baca Juga: Gandeng Stefanie Cindy, Pleasure Seekers Eksplorasi Pop Punk Modern melalui Single Baru Bertajuk Vena

Kajian Komprehensif Berbasis Puluhan Uji Klinis Acak

Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis 18 studi kohort prospektif dan 65 uji klinis acak yang melibatkan orang dewasa sehat.

Seluruh penelitian yang dianalisis mencakup konsumsi antosianin sedikitnya 50 miligram per hari, baik dari makanan maupun suplemen.

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi antosianin dalam jumlah lebih tinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular 26 persen lebih lower dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

Selain itu, konsumsi antosianin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit arteri koroner dan serangan jantung nonfatal sebesar 18 persen, penurunan risiko diabetes tipe 2 sebesar 11 persen, serta penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 9 persen.

Peneliti juga menemukan bahwa antosianin berkaitan dengan perbaikan fungsi endotel, yaitu kemampuan pembuluh darah untuk melebar dan berelaksasi dengan baik.

Fungsi endotel yang lebih baik diketahui berhubungan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah pada tubuh manusia.

Baca Juga: Ciuman saat Live TikTok Berujung Cambuk, Pasangan Muda di Aceh Dihukum di Depan Publik

Pengaruh Terhadap Kadar Insulin dan Batasan Hasil Observasi

Pada uji klinis, konsumsi antosianin juga dikaitkan dengan sedikit penurunan kadar insulin puasa.

Namun, penelitian belum menemukan perubahan yang konsisten pada kadar gula darah maupun resistensi insulin sehingga manfaatnya terhadap pengendalian gula darah masih memerlukan penelitian lanjutan.

Meski demikian, peneliti menekankan bahwa hasil tersebut menunjukkan hubungan, bukan hubungan sebab akibat.

Sebagian besar bukti berasal dari studi observasional sehingga belum dapat memastikan bahwa antosianin secara langsung menurunkan risiko penyakit.

Selain itu, sebagian besar uji klinis berlangsung dalam jangka pendek sehingga belum dirancang untuk menilai kejadian seperti serangan jantung atau stroke.

Baca Juga: Dihadiri Wamenko Pangan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo Mulai Bangun Klinik Pratama Al-Manar

Panduan Memenuhi Kebutuhan Dosis Harian lewat Buah Segar

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan antosianin dapat dipenuhi melalui konsumsi buah dan sayuran berwarna merah, biru, dan ungu secara rutin.

Sekitar setengah cangkir blueberry mengandung sekitar 120 miligram antosianin, sedangkan satu cangkir anggur merah mengandung sekitar 73 miligram, jumlah yang sudah melampaui dosis minimal yang digunakan dalam penelitian.

Peneliti menyimpulkan bahwa memasukkan beragam buah dan sayuran berwarna ke dalam pola makan seimbang merupakan salah satu cara berbasis bukti untuk mendukung kesehatan jantung.

Antosianin dinilai menjadi salah satu komponen yang berkontribusi terhadap manfaat tersebut, meski bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat kebugaran kardiovaskular secara keseluruhan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
fakta kesehatan antosianin buah penyakit jantung Merah