Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

44 Persen Anak Indonesia Minum Minuman Manis Setiap Hari Ini Bahaya yang Menanti di Usia Muda

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 6 Juli 2026 | 10:03 WIB
Tanda Kelebihan Gula dalam Darah
Tanda Kelebihan Gula dalam Darah

Jawa Pos Radar Madiun - Kantin sekolah penuh minuman kemasan berwarna cerah, dan jajanan goreng murah meriah jadi pilihan makan siang paling populer.

Bagi kebanyakan remaja, ini bukan masalah ini kebiasaan sehari-hari yang terasa normal.

Tapi di balik normalnya, data kesehatan nasional sedang mengisyaratkan sesuatu yang serius tentang generasi yang sedang tumbuh ini.

Fakta yang Mengkhawatirkan dari Meja Makan Remaja

Data nasional mencatat 44 persen anak di Indonesia mengonsumsi minuman manis setiap hari angka yang sangat tinggi untuk kelompok usia yang sedang dalam masa pertumbuhan paling kritis.

Konsumsi gula berlebihan sejak dini meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan masalah gigi secara signifikan penyakit-penyakit yang dulu dianggap hanya menyerang orang dewasa.

Lebih memprihatinkan, sebagian besar remaja tidak menyadari berapa banyak gula yang masuk ke tubuh mereka setiap hari karena kadarnya tersembunyi di balik rasa manis yang terasa biasa.

Baca Juga: Prediksi Lineup Spanyol vs Portugal: Duel Sengit Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Makanan Instan: Kenyang Tapi Miskin Gizi

Kebanyakan remaja Indonesia lebih memilih makanan instan atau tinggi kalori yang rendah nutrisi sebagai pilihan makan sehari-hari.

Kondisi ini memicu konsekuensi yang tidak langsung terasa: gangguan pertumbuhan, kelelahan kronis, daya tahan tubuh yang melemah, hingga sulitnya berkonsentrasi saat belajar.

Otak remaja yang sedang berkembang sangat membutuhkan nutrisi seperti omega-3, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks semua yang hampir tidak ditemukan dalam makanan instan.

Gizi yang Remaja Butuhkan Tapi Sering Terlewat

Berdasarkan panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi dari rata-rata karena sedang dalam fase pertumbuhan pesat.

Protein untuk membangun otot dan jaringan, kalsium untuk kepadatan tulang, serta zat besi untuk mencegah anemia harus hadir secara konsisten dalam setiap menu makan bukan sesekali.

Tanpa asupan ini, remaja yang tampak sehat dari luar bisa menyimpan defisiensi gizi yang baru terasa dampaknya ketika sudah dewasa.

Baca Juga: 62 Persen Remaja Indonesia Kurang Tidur dan Mereka Tidak Sadar Betapa Mahalnya Harga yang Dibayar

Tips Pola Makan Sehat yang Tidak Harus Mahal

Mengonsumsi nasi dengan lauk protein seperti telur, tahu, atau tempe, ditambah sayur dan buah setiap hari sudah memenuhi kebutuhan dasar gizi remaja.

Membawa bekal dari rumah adalah langkah paling efektif untuk mengontrol kualitas makanan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar dari jajan di kantin.

Membatasi minuman manis bukan berarti tidak boleh sama sekali tapi mengganti kebiasaan minum minuman kemasan setiap hari dengan air putih sudah menjadi perubahan besar yang berdampak langsung.

Pola makan remaja hari ini adalah fondasi kesehatan mereka di usia tiga puluhan, empat puluhan, dan seterusnya.

Pilihan kecil yang dibuat di kantin sekolah hari ini bisa berdampak jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
kesehatan jangka panjang gula berlebih Remaja Indonesia Minuman Manis bahaya