Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sering Menunda Buang Air Besar? Awas Ada Dampak Buruk untuk Usus dan Risiko Wasir

Alfiah Sidiq • Senin, 13 Juli 2026 | 10:22 WIB
Ilustrasi sakit perut. (PINTEREST)
Ilustrasi sakit perut. (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Madiun - Mengabaikan panggilan alam sering kali dianggap sebagai perkara sepele yang jamak dilakukan masyarakat di tengah padatnya aktivitas harian.

Namun, menunda pembuangan sisa metabolisme tubuh dalam jangka waktu lama dapat memicu gangguan kesehatan serius pada sistem pencernaan.

Menahan keinginan untuk buang air besar (BAB) kerap diabaikan terutama di tengah kesibukan atau saat sulit menemukan fasilitas kamar mandi yang memadai.

Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan secara berulang, dampaknya dapat mengganggu fungsi normal organ usus manusia.

Melansir laporan dari EatingWell, kebiasaan BAB yang sehat dan teratur merupakan salah satu indikator utama bahwa tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

Sebaliknya, kebiasaan menunda pembuangan zat sisa ini bisa meningkatkan risiko ambeien, mengubah konsistensi feses, dan menyebabkan sembelit.

Dokter spesialis gastroenterologi Dr Supriya Rao memaparkan bahwa mengabaikan keinginan BAB sesekali sebenarnya tidak menjadi masalah yang besar. 

Namun, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, feses akan bertahan jauh lebih lama di dalam saluran usus besar.

Baca Juga: Bukan Cuma Jago Cetak Gol, Studi Ungkap Alasan Erling Haaland Punya Daya Tarik Tinggi

Mekanisme Pengerasan Feses dan Penurunan Sensitivitas Saraf

Proses penyerapan cairan yang terjadi secara terus-menerus di dalam perut menjadi penyebab utama berubahnya tekstur kotoran tubuh.

Ahli gastroenterologi Dr Carmen Fong, FACS menjelaskan bahwa organ usus besar bekerja dengan sangat efisien dalam menyerap kandungan air. 

Semakin lama feses tertahan di area tersebut, semakin banyak cairan yang terserap sehingga tekstur kotoran menjadi lebih kering dan keras.

Kondisi tersebut pada akhirnya akan membuat proses pembuangan berikutnya terasa jauh lebih sulit, menyakitkan, dan memicu ketidaknyamanan.

Kebiasaan menahan ini juga dapat menyebabkan tubuh mulai mengabaikan sinyal alami untuk buang air besar sama sekali akibat penumpukan kotoran.

Dokter Rao menambahkan bahwa jika rektum terus meregang akibat menampung beban kotoran, sensitivitas saraf di area tersebut akan berkurang.

Dalam beberapa kasus klinis yang lebih parah, kondisi peregangan ini bahkan dapat memicu munculnya luka bisul pada dinding rektum.

Secara anatomi, rektum memiliki jaringan saraf khusus yang berfungsi mengirimkan sinyal ke otak untuk menginformasikan waktu ke toilet.

Proses ini dibantu oleh refleks rectoanal inhibitory reflex (RAIR) yang membuat otot sfingter anus mengendur agar kotoran bisa keluar.

Baca Juga: G-SHOCK x Pokémon GA-110: Kolaborasi Spesial Rayakan 30 Tahun Pokémon, Desain Ikonik dengan Fitur Tangguh

Risiko Wasir, Inkontinensia Fesial, dan Langkah Pencegahan Medis

Dampak lanjutan dari pengerasan feses tidak hanya menyiksa saluran cerna melainkan juga merusak pembuluh darah di sekitar anus.

Feses yang mengeras memaksa seseorang untuk mengejan dengan kekuatan penuh saat berada di kamar mandi.

Tekanan tinggi akibat mengejan inilah yang menjadi salah satu faktor risiko utama pemicu pembengkakan pembuluh darah atau wasir.

Selain wasir, penumpukan gumpalan feses keras yang menyumbat rektum atau impaksi feses dapat menyebabkan terjadinya inkontinensia feses.

Kondisi ini membuat feses cair yang baru datang dari usus atas merembes keluar melewati sumbatan secara tidak terkendali.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, Dr Fong menyarankan masyarakat untuk segera ke toilet begitu tubuh memberikan sinyal ingin buang air.

Batasi waktu duduk di atas kloset sekitar 2 hingga 5 menit saja agar otot sekitar anus tidak menerima tekanan berlebih.

Masyarakat juga diimbau untuk memenuhi kebutuhan serat harian dari sayur, buah, dan kacang-kacangan, serta menjaga kecukupan konsumsi cairan tubuh.

Jika Anda mengalami konstipasi selama tiga minggu atau lebih yang disertai nyeri perut hebat dan darah pada feses, segera konsultasikan ke dokter. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
menahan buang air buang air besar wasir ambeien penyebab