Jangan Abaikan Gejala Awal Batu Ginjal, Dokter Ingatkan Ancaman Cuci Darah

Sukma Maharani Putri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 06:37 WIB
Ilustrasi minum air putih. (PINTEREST)
Ilustrasi minum air putih. (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Madiun - Penyakit ginjal tidak boleh disepelekan. Sebab, perawatannya sangat panjang dan melelahkan. Risikonya pun besar.

Karena itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH., FINASIM, memperingatkan masyarakat agar tidak meremehkan.

Keterlambatan dalam menangani gejala awal penyakit ini dikhawatirkan dapat memicu komplikasi kesehatan yang sangat serius, hingga berujung pada gagal ginjal terminal yang mengharuskan pasien cuci darah secara rutin.

"Kalau batunya kita diamkan, bisa menyebabkan infeksi, aliran urine menjadi tersumbat sehingga terjadi hidronefrosis atau pembengkakan ginjal. Kalau terlambat ditangani, bisa gagal ginjal," ungkap Mutalib, Rabu (29/7).

Gejala Awal dan Kelompok Rentan

Menurut Mutalib, kasus batu ginjal masih menjadi salah satu keluhan medis yang paling banyak dijumpai pada layanan urologi di Indonesia.

Penyakit ini tidak hanya mengintai kelompok lanjut usia, tetapi juga kelompok usia produktif pada rentang 25 hingga 35 tahun.

Untuk mencegah kerusakan ginjal yang bersifat permanen, masyarakat diimbau segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami beberapa gejala awal berikut:

Baca Juga: Salah Injak Gas Saat Parkir, Mobilio Tabrak Dua Gerobak dan Motor di Magetan

Faktor Pemicu Utama Batu Ginjal

Kurangnya asupan cairan ke dalam tubuh menjadi salah satu faktor risiko paling utama pembentukan batu ginjal, terlebih karena masyarakat Indonesia tinggal di negara beriklim tropis.

"Kalau kurang minum, tubuh cenderung mengalami dehidrasi. Kristal hasil metabolisme makanan akan berkumpul di ginjal dan lama-kelamaan membentuk batu," terang Mutalib.

Selain faktor dehidrasi, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, obat-obatan tertentu, hingga jamu secara berlebihan juga berpotensi besar merusak fungsi ginjal.

Anak-anak pun tidak luput dari ancaman ini. Konsumsi minuman yang mengandung kadar gula tinggi dan pewarna buatan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal di usia dini.

Langkah Pencegahan sejak Dini

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal dan menjaga kesehatan sistem metabolisme tubuh, dr. Mutalib sangat menyarankan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Pertama, biasakan diri minum air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter setiap harinya. Selain itu, rutin berolahraga guna menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh.

Para orrang tua juga diimbau ketat mengawasi pola makan dan minum anak sejak dini agar terhindar dari konsumsi gula dan zat tambahan berlebih.

Jangan lupa melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk tes urinalisis, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal di dalam keluarga. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
gejala cara mencegah batu ginjal penyebab