MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi belum pergi. Buktinya, geliat aktivitas jual-beli di pasar tradisional masih sepi. Seperti di Pasar Mlilir, Dolopo. Banyak kios dan los nganggur ditelantarkan pemiliknya. ‘’Kondisi pasar belum benar-benar pulih. Banyak pedagang yang masih tutup,’’ kata Kepala Pasar Mlilir Suwandi, Selasa (19/10).
Suwandi menyebut, total terdapat 298 pedagang di Pasar Mlilir. Hingga kini, 25 persen di antaranya tidak aktif. Atau sekitar 74 pedagang yang tutup lapak. Mereka memilih tidak berjualan di pasar karena sepi. ‘’Pasar sepi tidak ada pembeli karena korona. Paling parah setelah penutupan dan pas Covid-19 tinggi-tingginya itu (Juli, Red). Seperti pasar mati,’’ ungkapnya.
Kendati ada puluhan lapak yang tutup, Suwandi mengklaim kondisi pasar mulai membaik. Alias setengah mati suri. Sebab, kondisi sebelumnya lebih parah. ‘’Akhir-akhir ini beberapa pedagang sudah mulai tata-tata. Mereka siap-siap untuk berjualan lagi,’’ ujar Suwandi.
Kepala UPT Pasar Daerah Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Erni Suryani juga menyebut bahwa saat ini perekonomian di pasar tradisional mulai kembali menggeliat. Penurunan level PPKM merupakan salah satu faktor pendukungnya. Kondisi seperti itu, lanjut Erni, terjadi hampir di seluruh pasar daerah di Kabupaten Madiun. ‘’Pasar tetap sepi karena ekonomi masih sulit. Sehingga masih minim pengunjung,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)
Editor : Administrator