KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sepuluh kepala sekolah (kepsek) di Kota Madiun lolos sebagai pelaksana program sekolah penggerak angkatan ke-3 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Perinciannya, lima kepala TK/PAUD, dua SD, dan tiga SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, terdapat puluhan lembaga yang ikut mendaftar program sekolah penggerak itu. Tahapannya diawali seleksi kepala sekolah yang terdiri dari tiga proses. Yakni, seleksi administrasi, simulasi mengajar, dan penentuan finalisasi antara pusat dan daerah. ‘’Untuk sekolah lain, kami sudah instruksikan melaksanakan Kurikulum Merdeka,’’ kata Lismawati, Selasa (9/8).
Sesuai ketentuan Kemendikbudristek, ada Kurikulum Merdeka Belajar serta Berubah dan Berbagi yang dapat diterapkan tahun ini. Khusus Kota Madiun telah menerapkan Kurikulum Merdeka Berubah di PAUD, SD, dan SMP. ‘’Ya karena Kota Madiun dari sisi fasilitas, kemampuan anggaran, sumber SDM guru, dan digitalisasinya sudah layak,’’ ungkapnya.
Kendati demikian, Lismawati menyatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Berubah dilakukan bertahap. Pada tahun pertama hanya diberlakukan bagi siswa kelas I dan IV SD seperti kurikulum yang ada di program sekolah penggerak.
Sementara, Kurikulum Merdeka Berubah untuk jenjang PAUD berlaku pada kelompok B. Sedangkan pada jenjang SMP menyasar siswa kelas VII. ‘’Sekolah-sekolah itu sudah ter-SK-kan sebagai lembaga pelaksana Kurikulum Merdeka,’’ tuturnya.
Di sisi lain, siswa juga perlu beradaptasi dengan kurikulum baru. Prinsipnya, Kurikulum Merdeka fokus membentuk tumbuh kembang anak. Karena itu, pihaknya tidak terburu-buru memberlakukan kurikulum baru tersebut kepada semua pelajar di Kota Madiun. ‘’Jadi, tidak langsung drastis, karena para guru perlu kami beri pelatihan termasuk disediakan fasilitasnya,’’ ujarnya.
Lismawati menambahkan, pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka lebih banyak pada terapan yang menyenangkan. Dengan pola itu, siswa akan didorong lebih interaktif di sekolah. Pun, implementasi dan praktik di kelas bakal diperbanyak.
Bentuk pembelajarannya, lanjut Lismawati, mengarahkan siswa dalam penguasaan materi. Sementara, teori yang diberikan guru bersifat penguatan dari pengalaman skill. ‘’Jadi, guru diberikan kemerdekaan untuk menemukan potensi peserta didik sesuai dengan bidang yang diminati,’’ pungkasnya. (her/c1/isd)
DAFTAR KEPSEK PELAKSANA PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK
PAUD/TK
Ikka Novitawati – TK Islamiyah Rahmatan Lilalamin
Anik Widyastuti – TK Siti Hajar 3
Sri Wahyuningsih – TK Islamiyah 01 Rejomulyo
Setyoningsih – TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1
Selvy Harianti Dewi – TK Islam Al Irsyad Madiun
Ari Novita – TK Bisaniyah (cadangan)
SD
Suharsi – SN 02 Klegen
Agnes Ari Suryandari – SDK Santo Yusuf
Muljono – SN 02 Kanigoro (cadangan)
SMP
Ida Sulistyaningsih – SMPN 9 Madiun
Maria Ratih Prastyarini – SMPK Santo Yusuf
Tri Silaturahmi – SMP Taman Bakti
Siti Yulaika – SMP IT Bakti Ibu (cadangan)
Editor : Hengky Ristanto