KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat mandek, proyek penanganan minor lima ruas jalan nasional di wilayah Kota Madiun kembali dilanjutkan besok (12/8). Rencananya, malam nanti Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali mulai memobilisasi alat hampar aspal.
Saat ini pekerjaan di wilayah Kota Madiun memang masih off sementara. ‘’Karena kami masih mengejar progres di Ngawi. Tapi, insya Allah Jumat (besok) kami kembali fokus di kota (Madiun),’’ kata Staf Teknik BBPJN Jatim-Bali Agung Dwi Cahyono, Kamis (11/8).
Menurut Agung, pekerjaan di Kota Madiun telah menyentuh pelapisan aspal atau overlay tahap kedua. Pelapisan tahap pertama sudah dirampungkan bulan lalu. Yakni, mulai Jalan D.I. Panjaitan hingga Jalan Yos Sudarso. ‘’Termasuk pelebaran jalan, pengerasan, dan pelapisan aspal Jalan Basuki Rahmat,’’ ujarnya.
Soal kendala kepemilikan lahan di Jalan Basuki Rahmat, Agung mengklaim sudah klir. Sehingga, pelebaran jalan tersebut dapat dirampungkan. Meliputi pemasangan u-ditch atau saluran drainase di sisi barat dan timur jalan sepanjang 630 meter itu. Pembangunan fondasi untuk pemindahan tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) dan tiang kabel utilitas lainnya juga telah beres. ‘’Alhamdulillah progresnya surplus. Saat ini sudah 65 persen selesai,’’ tuturnya.
Agung menambahkan, mesin penyemprot aspal (aspalt sprayer), mesin pemadat roda besi (tandem roller), mesin pemadat roda karet (pneumatic tyredd roller), mesin penghampar (finisher), dan dump truck bakal kembali dimobilisasi ke Kota Madiun. Selanjutnya, mulai mengejar progres overlay tahap kedua. ‘’Berjalan sesuai rencana. Insya Allah dapat selesai sesuai target,’’ yakinnya.
Paket proyek senilai Rp 26 miliar dari APBN itu meliputi Jalan Yos Sudarso (1.960 meter), Jalan Basuki Rahmat (1.171 meter), Jalan S. Parman (660 meter), Jalan M.T. Haryono (1.295 meter), dan Jalan D.I. Panjaitan (1.659 meter). Sedangkan untuk pelebaran hanya di Jalan Basuki Rahmat sepanjang 630 meter.
Penanganan minor lima ruas jalan nasional itu merupakan upaya perawatan serta perbaikan untuk mempertahankan kondisi jalan. Sedangkan pelebaran merupakan aspirasi Wali Kota Madiun Maidi untuk menyesuaikan kondisi jalan di lokasi lantaran bottleneck. ‘’Sejauh ini pemkot terus men-support progres pekerjaan,’’ ucapnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto