KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian vaksinasi booster antikorona kedua bagi para tenaga kesehatan (nakes) Kota Madiun masih jauh dari kata tuntas. Bahkan, belum sampai seperempat dari total garda terdepan penanganan Covid-19 di kota ini.
‘’Capaian sekitar 24,51 persen. Saat ini terus berjalan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani, Minggu (21/8).
Menurut dia, kecepatan capaian vaksinasi booster kedua nakes tergantung distribusi dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pun pemerintah pusat belum memberi target waktu. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya menuntaskan secepat mungkin. ‘’Sementara kami laksanakan dulu sesuai ketersediaan vaksin. Belum ada target khusus,’’ ujarnya.
Denik menyebutkan, sebanyak 4.672 nakes bakal di-booster kedua setelah suntikan booster pertama enam bulan lalu. Itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan pada 28 Juli lalu. ‘’Sejauh ini ketersediaan vaksin mencukupi,’’ ungkapnya.
Denik menambahkan, pemberian jenis vaksin booster kedua menyesuaikan regimen yang disuntikkan pada booster pertama. Merek Moderna, misalnya, hanya dapat menerima vaksin merek sama dengan dosis 0,25 mililiter. ‘’Regimen sudah ditentukan Kemenkes,’’ sebutnya.
Booster kedua, lanjut Denik, penting bagi nakes. Sebab, mereka merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 yang rentan tertular. Pun, pelaksanaan booster kedua tidak berbeda dengan tahun lalu. Yakni, di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau pos pelayanan vaksinasi terdekat di wilayah nakes bertugas. ‘’Selain nakes, vaksinasi rutin untuk masyarakat juga tetap berlanjut di fasyankes sesuai jadwal,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto