KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai langkah strategis dilakukan Pemkot Madiun untuk mengurai masalah stunting. Terbaru, dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat membentuk tim audit untuk mengatasi persoalan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menjelaskan, tim audit bertugas mengidentifikasi risiko serta penyebab stunting. Termasuk menyusun strategi penyelesaiannya. ‘’Paling dasar, kenapa anak mengalami stunting. Kami identifikasi penyebabnya, mulai pola makan, sosial budaya, sampai riwayat penyakit tertentu,’’ kata Soeko, Kamis (25/8).
Berdasarkan data audit, kata Soeko, anak yang mengalami stunting tak hanya dari keluarga kurang mampu. Tidak sedikit pula dari kalangan menengah ke atas. ‘’Di sinilah peran tim audit membentuk klaster persebaran stunting untuk selanjutnya dilakukan intervensi penanganan,’’ tutur Soeko yang juga penanggung jawab tim audit stunting itu.
Dia mengatakan, tim audit bakal melakukan intervensi lebih dalam. Mulai pengawasan calon pengantin, ibu hamil, hingga ibu bersalin dan balita. Calon pasangan suami-istri akan diberi asupan gizi maksimal sejak menikah hingga melahirkan seorang anak. ‘’Karena stunting erat kaitannya dengan asupan gizi,’’ ujarnya.
Catatan dinkes PPKB, saat ini di Kota Madiun terdapat 562 bayi stunting. Mereka tersebar di seluruh kelurahan. Secara global, angka stunting di daerah setempat kini di angka 12,4 persen. ‘’Sebenarnya sudah di bawah target nasional 14 persen. Tapi, kami akan terus berupaya menekannya sampai di bawah 10 persen,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto