Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Deteksi Dini TBC, Pemkot Madiun Anggarkan Rp 200 Juta

Hengky Ristanto • Jumat, 26 Agustus 2022 | 05:00 WIB
STOP TBC: Wali Kota Madiun Maidi bersama dengan forkopimda menandatangani rencana aksi daerah deteksi dini TBC di Sun Hotel, Kamis (25/8). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)
STOP TBC: Wali Kota Madiun Maidi bersama dengan forkopimda menandatangani rencana aksi daerah deteksi dini TBC di Sun Hotel, Kamis (25/8). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus tuberkulosis (TBC) menjadi perhatian Pemkot Madiun. Berdasarkan catatan dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes-PPKB) setempat, sepanjang Januari–Juni tahun ini ditemukan 218 kasus baru. ‘’Sebagian penderita dalam data itu merupakan warga luar daerah,’’ kata Sekretaris Dinkes-PPKB Kota Madiun dr Ismudoko kemarin (25/8).


Dia menyebutkan, data tersebut dihimpun dari seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kota Madiun. ‘’Biasanya orang kalau sakit TBC ada rasa malu sehingga memilih berobat ke daerah lain. Itu jadi masalah dan perlu ditindaklanjuti,’’ ujarnya.


Ismudoko menyebutkan, pihaknya telah mengerahkan tim surveilans untuk mendeteksi warga Kota Madiun yang terinfeksi TBC. Selanjutnya, diberikan treatment pengobatan kepada pasien dalam jangka waktu tertentu sesuai resistensi penyakitnya. ‘’Kami pastikan warga kota Madiun itu sudah terobati semua sehingga tidak ada penularan TBC yang masif,’’ tegasnya.




Photo
Photo
STOP TBC: Pemkot Madiun komitmen melakukan deteksi dini penyebaran penyakit TBC. (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

Kasus TBC memang menjadi masalah kesehatan yang kompleks di Kota Madiun. Pada 2020 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat prevalensi penyakit TBC di kota ini mencapai 424 per 100 ribu penduduk. Sementara, sepanjang 2021 lalu terdapat 447 warga yang menderita TBC. ‘’Pengobatan menjangkau 483 orang, termasuk mereka yang suspect,’’ imbuh Ismudoko.


Wali Kota Madiun Maidi telah meminta dinkes-PPKB untuk melakukan deteksi dini kepada warga yang suspect TBC sehingga bisa segera mendapat penanganan. Pun, pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk rencana aksi (renaksi) pencegahan penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis itu.


‘’Kita harus punya aksi bahwa puskesmas dan organisasi perangkat daerah terkait ngecek ke lapangan. Jadi, jika ada orang yang bergejala TBC segera dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan,’’ tutur Maidi usai acara rencana aksi daerah (RAD) TBC di Sun Hotel Madiun kemarin. (her/c1/isd/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #penyakit tbc #Wali Kota Maidi #Pemkot Madiun