KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Laju inflasi dalam beberapa waktu terakhir mendapat atensi dari pemerintah pusat. Hingga pemerintah daerah pun diminta cawe-cawe mengatasinya. Itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi secara daring di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Kota Madiun.
Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Kedua menteri meminta kepala daerah se-Indonesia serius mengatasi persoalan inflasi.
Yakni, mengoptimalkan APBD untuk mengendalikan kenaikan harga komoditas secara umum dan terus-menerus. ‘’Ini perlu kami antisipasi. Kami mulai menyusun strategi pengendalian inflasi dan dalam waktu dekat akan segera berjalan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (31/8).
Salah satunya, mengubah peraturan wali kota (perwal) yang mengatur penggunaan lahan minim fungsi. Seperti menyewakan lahan eks bengkok untuk dimaksimalkan dalam sektor pertanian. Sebab, inflasi pada sejumlah komoditas bahan pangan di kota ini lantaran mayoritas mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Sehingga, ketika daerah pemasok gagal panen atau terkendala distribusi, Kota Madiun tak luput kena imbasnya. ‘’Selama ini kita kesulitan ketika mengandalkan pasokan dari luar daerah. Harga cabai rawit, misalnya. Ketika naik sangat signifikan,’’ ungkapnya.
Maidi menyebut, ada sekitar 900 hektare lahan milik pemkot yang dapat dimaksimalkan untuk sektor pertanian. Meski tak begitu luas, minimal dapat menopang separo kebutuhan bahan pangan masyarakat kota ini. Mulai cabai rawit, bawang merah, kacang, dan beberapa bahan pangan lain yang rentan naik harga.
Sebab, inflasi yang terjadi berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi. ‘’Lahan yang tertidur akan kami bangunkan. Perwal saya ubah sesegera mungkin. Kami prioritaskan untuk sektor pertanian,’’ tegasnya.
Dia juga telah memetakan lahan-lahan yang layak dikembangakan untuk sektor pertanian. Khususnya di wilayah pinggiran kota. ‘’Banyak lahan milik pemkot yang belum difungsikan maksimal. Kami harus segera melangkah,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto