KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Madiun 2022 telah digedok DPRD setempat beberapa waktu lalu. Karena itu, eksekutif wajib segera mengeksekusi program-program yang telah disetujui. ‘’P-APBD tahun ini nominalnya cukup besar. Pekerjaan juga tak sedikit. Waktu tinggal empat bulan lagi. Jadi, harus kami kebut,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (4/9).
Maidi menyebutkan, ada sejumlah pekerjaan fisik yang akan digarap. Salah satunya, pavingisasi sepanjang 44 ribu meter. Pekerjaan tersebut mulai dikebut bulan ini. Untuk akselerasi progres, pemkot bakal melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) di setiap kelurahan.
‘’Itu juga dari usulan warga melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Kalau hanya mengandalkan DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang) tidak dapat selesai sesuai target,’’ ujarnya.
Maidi optimistis pavingisasi dapat selesai sesuai target. Paling lambat dua bulan mendatang harus rampung. Mekanismenya, setiap pokmas mengerjakan pavingisasi di lingkungan masing-masing. Jika telah rampung, dapat membantu pokmas di lingkungan lainnya.
Meski begitu, DPUPR serta dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) akan tetap mem-back up pokmas. Tujuannya, agar optimalisasi penggunaan anggaran juga dapat bermanfaat langsung untuk warga kota. ‘’Anggaran bisa untuk membayar tukang dan kuli warga setempat. Ini juga sesuai instruksi presiden untuk memberdayakan masyarakat,’’ tutur wali kota.
Selain kebutuhan tenaga, pemkot juga memprioritaskan penyedia atau pembuat paving lokal Kota Madiun. Meski begitu, pemkot tetap mempertimbangkan kapasitas produksinya mengingat progres pekerjaan dikebut. Jika tak dapat memenuhi kebutuhan, pemkot akan mencari penyedia dari luar daerah. ‘’Pabrik lokal sudah saya suruh hitung kemampuannya. Sisanya baru ambil dari luar daerah,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto