KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, semua layanannya serba modern. Selain memiliki siniar untuk membahas kabar terkini, Lapak Kampir di kelurahan setempat juga sudah menerapkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran. ‘’Transaksi jadi semakin mudah dan cepat,’’ kata Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Kanigoro Ari Fahmi Puspitasari.
Sejak diresmikan, Lapak Kampir menjadi tempat favorit warga dalam berwisata kuliner. Di sana, terdapat 19 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berniaga di 14 lapak yang tersedia. Satu lapak diisi dua pedagang. ‘’Setiap hari dibagi dua sif,’’ ujarnya.
Di Lapak Kampir, pengunjung bisa menikmati aneka sajian nusantara. Contohnya nasi babat, sayur ikan asap, hingga lontong sayur. Semua bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau.
Tak tanggung-tanggung, pendapatan para pelaku usaha dari Lapak Kampir bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari. Tak heran mengingat Lapak Kampir juga acap dijadikan sebagai venue berbagai kegiatan. ‘’Terdapat joglo yang bisa dimanfaatkan warga untuk menggelar acara,’’ terang Ari.
Kelurahan Kanigoro berencana terus mengembangkan lapak ini. Ke depan, rencananya akan dibangun tempat bermain anak-anak dan warung yang khusus melayani pemenuhan gizi anak stunting. Pihak kelurahan juga berencana membangun kampung tematik. ‘’Sehingga, kawasan lapak bisa menjadi pusat kegiatan yang memutar ekonomi warga,’’ tandasnya. (tr2/naz/prog)
Editor : Hengky Ristanto