KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penataan pedestrian di sepanjang ruas Kota Madiun tak semata mengajar estetika. Melainkan guna memenuhi hak pejalan kaki. Pembangunan saluran air di bawah pedestrian juga efektif menangkal banjir.
Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, pembangunan infrastruktur perkotaan memiliki segudang tujuan yang bermanfaat. Sebelum dibangun trotoar pedestrian tiga tahun belakangan, banjir acap melanda wilayah kota. Dulu, Jalan Pahlawan menjadi langganan digenangi air setiap turun penghujan. Problem klasik itu berhasil terselesaikan. ‘’Dulu banjir air, sekarang banjir manusia,’’ tuturnya, Minggu (4/9).
Pemkot masih memiliki satu pekerjaan rumah (PR). Yakni, penataan kembali tiang berikut kabel utilitas udara yang semrawut dan cukup mengganggu pemandangan wilayah perkotaan.
Saat ini, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) Kota Madiun bersama pihak provider tengah menanam kabel dengan sistem ducting di tempat yang telah disediakan dalam saluran air di bawah pedestrian tersebut. ‘’Ducting sudah berjalan. Kabel-kabel semrawut mulai ditanam di bawah tanah agar rapi,’’ imbuhnya.
Maidi tak menampik pembangunan trotoar merampas volume jalan. Namun, mendasar hasil kajian, tak akan berdampak besar bagi pengguna jalan. Pasalnya volume kendaraan di Kota Madiun tak sepadat Surabaya dan Jakarta. ‘’Itu tidak menjadi persoalan berarti,’’ tegasnya.
Kini, penataan pedestrian dan saluran air telah merambah Jalan Panglima Sudirman. Maidi berjanji akan terus dilanjutkan hingga ke Jalan dr Soetomo dan Kompol Soenaryo. Sehingga, dapat terkoneksi dengan Pahlawan Street Center (PSC). ‘’Tahun depan yang sisi kiri (Jalan dr Soetomo, Red) dibangun,’’ sebutnya. (ggi/fin/prog)
Editor : Hengky Ristanto