KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Keterbatasan fisik bukan halangan untuk menyalurkan minat dan bakat. Tidak terkecuali di bidang olahraga bela diri. Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) sengaja menekuni karate shokaido. ‘’Di tempat kami, mereka itu masuk kategori special kids,’’ ujar Wahyu Kusuma Abadi, sang pelatih, di sela ujian kenaikan tingkat di lapangan Mojorejo, Taman.
Wahyu mengatakan, para ABK itu sudah sejak tiga tahun lalu bergabung mengikuti latihan karate shokaido di dojo-nya. Pun, menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih untuk memoles mereka. ‘’Kami juga berusaha semaksimal mungkin membentuk karakter dan mental mereka,’’ ungkapnya, Senin (5/9).
Dia menyebutkan, saat ini ada 21 ABK yang menekuni karate shokaido di dojo-nya. Mereka mulai penyandang tunarungu, down syndrome, autis, hingga cerebral palsy. ‘’Karena sudah terbiasa, latihan berjalan lancar tanpa kendala berarti,’’ sebutnya.
Mimin Andarini, ketua komunitas orang tua para special kids itu, mengatakan, dengan berlatih karate shokaido para ABK diharapkan mampu mengikis rasa mindernya akibat memiliki keterbatasan. ‘’Agar lebih percaya diri,’’ ujarnya. (mg4/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto