KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menggeliatkan perniagaan di Pasar Besar Madiun (PBM) terus berlanjut. Sekalipun pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pemkot bersikeras melanjutkan program bantuan biaya distribusi barang.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, pemkot bakal meng-cover ongkos kirim (ongkir) barang konveksi dari Pasar Tanah Abang (PTA) ke PBM dan Pasar Sleko. ‘’Pedagang perlu dibantu agar transaksi semakin meningkat,’’ ujar Ansar, Sabtu (10/9).
Ansar menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemkot mendampingi pedagang konveksi PBM setelah pendistribusian barang terkoneksi dengan PTA. Pun, setelah harga BBM naik, bantuan ongkir mendesak segera direalisasikan. ‘’Bisa jadi ke depan menyentuh pedagang lain juga,’’ sebutnya.
Hanya, lanjut Ansar, untuk sementara pedagang konveksi PBM dan Pasar Sleko yang diprioritaskan. Itu mengingat anggaran yang tersedia terbatas. Yakni, hanya sekitar Rp 130 juta dalam P-APBD yang didok beberapa waktu lalu. Rencananya, bantuan itu bakal direalisasikan bulan depan. ‘’Mekanismenya, kami (pemkot, Red) yang akan membayar tagihan ongkir ke perusahaan jasa pengiriman,’’ tuturnya.
Diketahui, Disdag Kota Madiun dan PTA telah menjalin kerja sama terkait komitmen pemenuhan barang ke PBM. Jika pedagang PBM minta kiriman barang, pihak PTA wajib mencukupi. Pun, untuk melancarkan perniagaan, pemkot membantu biaya distribusi. (ggi/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto