KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Konsep wisata kuliner di kawasan Jalan Bogowonto terus digodok. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun bakal mengusung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota ini. Pun menyusun sistem manajemen jual-beli di kawasan bekas rel kereta api (KA) jalur Madiun-Ponorogo itu.
Selain menyiapkan konsep, juga mendata jumlah tenant yang bakal mengisi. Sementara, ada sekitar lima lapak yang bakal didirikan di kawasan proliman Pasar Kawak itu. Juga didirikan tiga dapur. ‘’Sudah mulai menyiapkan lapak dan dapur. Insya Allah Oktober akan kami selesaikan,’’ kata Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rasidi, Minggu (11/9).
Ansar menyebutkan, wisata kuliner tersebut bakal menyediakan sekitar 15 menu makanan-minuman. Di antaranya, seafood, steak, hingga pecel khas Kota Madiun. Sedangkan minumannya, telah melakukan pendekatan dengan salah satu warung dawet legendaris di kota ini. Namun, belum bersedia lantaran keterbatasan tenaga kerja. ‘’Makanan-minuman ternama di kota ini coba kami usung. Tapi, pelaku UMKM tetap kami prioritaskan,’’ janjinya.
Sistem pembayarannya bakal berkonsep modern. Yakni, cashless alias pembayaran nontunai. Di kawasan tersebut bakal disediakan gerai top up untuk menukarkan uang tunai menjadi uang elektronik. Sistem tersebut dinilai lebih efisien. ‘’Jadi, pelayanan dan transaksinya cepat. Karena kawasan kuliner ini pasti ramai pengunjung,’’ yakinnya.
Ansar menambahkan, di kawasan wisata kuliner tersebut disediakan fasilitas menyantap hidangan indoor di dalam gerbong kereta api dan juga outdoor. Tidak ada pembatasan waktu pengunjung untuk bersantap sembari menikmati kemewahan KA. ‘’Semua bebas berkunjung,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto