KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun terus dipersolek. Salah satunya dengan muralisasi dinding-dinding kosong di pinggir sejumlah ruas jalan. Bahkan, dinas lingkungan hidup (DLH) setempat memasifkan seni lukis di tembok tersebut. Di Jalan Rimba Dharma, misalnya. Dinding sepanjang 200 meter berubah jadi beragam lukisan.
Rencananya, muralisasi juga bakal menyasar sejumlah titik lain. Terutama di lokasi yang tak terawat dan acap menjadi sasaran aksi vandalisme. ‘’Lokasi atau dinding yang kumuh kami percantik sesuai estetika kota,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Kota Madiun Aang Marhaendra Budiono, Selasa (13/9).
Di antaranya, dinding di kawasan simpang empat Jalan Citandui-Jalan Barito, kawasan Ngrowo Bening Edupark, dan kawasan jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Plaza Lawu. Dalam waktu dekat, simpang tiga Jalan Pandan-Jalan Ahmad Yani segera digarap. ‘’Mungkin akhir bulan ini atau awal bulan depan,’’ ujarnya.
Menurut Aang, mural juga sebagai sarana edukasi masyarakat. Sebab, mengusung konsep sejumlah program Kota Madiun yang tengah berjalan. Mulai tema Madiun Kota Sejuta Bunga, Pahlawan Street Center (PSC), Kota Pendekar, dan program lainnya terkait lingkungan hidup. ‘’Eksekutor lapangan tim kreatif dari DLH. Ada sekitar enam orang,’’ ungkapnya.
Temanya pun, lanjut dia, berbeda-beda di setiap lokasi. DLH sekadar menggambar tembok kumuh. Sedangkan dekorasi lampunya dari dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim). ‘’Sesuai tugas dan fungsi, kami hanya mencarikan solusi meminimalikan kawasan kumuh,’’ sebutnya.
Aang menyampaikan, sejatinya muralisasi tidak masuk pos anggaran. Melainkan pos pengadaan bahan pengecatan dan kebutuhan lainnya. ‘’Kalau anggaran mural, kami nggak ada,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto