KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan pelaku bisnis mobil bekas (mobkas). Omzet penjualan turun signifikan akibat warga harus berpikir ulang saat hendak membeli kendaraan seken lantaran mahalnya harga BBM. ‘’Turun hampir 50 persen,’’ kata Yohanes Sulardi, seorang pengusaha mobkas di Jalan Sarean, Kecamatan Taman, Kamis (15/9).
Lardi -sapaan akrab Yohanes Sulardi- mengatakan, banyak calon pembeli yang kini ganti haluan melirik mobil low cost green car (LCGC) bekas. Alasan utamanya, kendaraan berkapasitas di bawah 1.500 cc itu lebih hemat pemakaian BBM. ‘’Harganya pun lebih terjangkau,’’ ujarnya.
Karena itu, Lardi berupaya mengikuti perkembangan selera pasar. Pun, memastikan kendaraan yang bakal dipajang di showroom kondisinya prima. ‘’Harus selalu update tentang keinginan pasar,’’ tuturnya.
Hal senada diungkapkan Syahroni, pemilik diler mobkas di Jalan Soekarno-Hatta. Kenaikan harga BBM mengakibatkan penjualan di dilernya mengalami penurunan meski tidak signifikan. Meski begitu, Syahroni menyebutkan bahwa kecenderungan itu hanya merupakan fenomena sesaat. ‘’Saya optimistis, beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan penjualan mobkas stabil kembali,’’ ujarnya. (osi/aan/isd)
Editor : Hengky Ristanto