KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Alam memberi berjuta manfaat. Daun dan bunga yang bermekaran di Rejomulyo dimanfaatkan warga untuk menghasilkan produk ecoprint. Diberi nama Kiyoshi Ecoprint, produk kreatif warga Rejomulyo itu sukses menembus pameran di luar negeri. ‘’Dipasarkan sampai mancanegara,’’ ujar Lurah Rejomulyo Arina Wiyanika, Sabtu (17/9).
Arina menjelaskan, ecoprint merupakan teknik pewarnaan menggunakan zat alami dari daun atau bunga. Motif yang dihasilkan terlihat cantik. Oleh warga Rejomulyo, teknik ini diterapkan pada kemeja, sajadah, tas berbahan kanvas, serta sepatu. ‘’Produk yang dihasilkan ramah lingkungan,’’ jelasnya.
Sri Wahyuni Mujiastuti, pendiri Kiyoshi Ecoprint, menjelaskan bahwa usaha tersebut dia rintis sejak September 2018. Seluruh tahapan pembuatan produk dilakukan warga Rejomulyo. Mulai dari penyiapan kain, proses pewarnaan, hingga pengeringan. ‘’Pasar produk ecoprint terbuka luas,’’ terang Wahyuni.
Produk fashion ramah lingkungan ini dibanderol mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 3 juta. Selain dipasarkan lewat media sosial, karya ecoprint warga Rejomulyo ini pernah dipasarkan di Hyarta Gallery, Sogo Pakuwon Trade Center, serta pameran La Sakola Indonesia yang dibuka KBRI Nairobi, Kenya. ‘’Produk yang dipandang sebelah mata bisa mendunia,’’ tuturnya.(tr2/naz)
Editor : Hengky Ristanto