KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Deru suara kereta api menghiasi suasana sore di Lapak Mbah Remul. Di lapak UMKM satu ini, para pengunjung dapat merasakan sensasi makan sembari menyaksikan kereta melintas. Tiap akhir pekan, lapak di Kelurahan Rejomulyo ini juga menyuguhkan live music. ‘’Karang taruna diberdayakan dengan menyajikan hiburan musik,’’ ujar Lurah Rejomulyo Arina Wiyanika.
Lapak Mbah Remul terletak di Jalan Sri Rejeki. Lokasinya di seberang rel kereta api. Di lapak tersebut, terdapat 12 pedagang yang menyuguhkan aneka sajian kuliner khas. Saat malam, suasana nongkrong di Lapak Mbah Remul terasa kian syahdu lantaran terdapat lampu-lampu yang menerangi taman.
Dengan beragam keunggulan tersebut, tak heran Lapak Mbah Remul menjadi ladang cuan bagi belasan pedagang. Setiap bulannya, omzet yang dihimpun para pedagang bisa mencapai Rp 48 juta. ‘’Kelurahan hanya membantu memfasilitasi, selebihnya karena kekompakan warga,’’ kata Arina.
Kelurahan Rejomulyo bakal terus memoles Lapak Mbah Remul. Selain menambah jumlah lapak pedagang, pemerintah juga berencana membangun ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi wahana permainan anak. ‘’Berbagai stimulus ini diharapkan dalam jangka panjang dapat membuat pedagang semakin mandiri,’’ tuturnya. (tr2/naz)
Editor : Hengky Ristanto