Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sidak Proyek Rehabilitasi Sekolah, Maidi Minta Kekurangan Segera Diperbaiki

Hengky Ristanto • Senin, 19 September 2022 | 19:15 WIB
BELUM PUAS: Wali Kota Madiun Maidi mengecek hasil proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN 11 Kota Madiun Sabtu (17/9) lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
BELUM PUAS: Wali Kota Madiun Maidi mengecek hasil proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN 11 Kota Madiun Sabtu (17/9) lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Rekanan pelaksana proyek rehabilitasi ruang kelas di SMPN 11 Kota Madiun kena sentil. Wali Kota Madiun Maidi menemukan hasil pekerjaan fisik kurang baik saat inspeksi mendadak (sidak) Sabtu (17/9) lalu. ‘’Saya minta harus diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, tidak dibayar,’’ tegas Maidi.


Menurut dia, kekurangan itu pada bagian dinding kelas yang tidak rapi. Meski sepele, pembangunan fisik sekolah harus dikerjakan maksimal. Sebab, pekerjaan lainnya sudah bagus. ‘’Yang lain bagus, kenapa itu (dinding, Red) tidak. Jangan sampai semua yang sudah bagus jadi jelek karena sedikit kesalahan,’’ ujarnya.


Maidi meminta rekanan segera memperbaiki pekerjaan yang kurang baik tersebut. Yakni, yang diberi tanda cat semprot. Pun, jika telah diperbaiki, dia bakal mengecek kembali. ‘’Saya minta ini segera diperbaiki. Jangan tunggu lama-lama karena segera dipakai untuk KBM (kegiatan belajar-mengajar),’’ imbuhnya.


Di sisi lain, rehabilitasi sekolah masuk skala prioritas. Artinya, seluruh hasilnya wajib maksimal. Baik kualitas maupun waktu pengerjaannya. ‘’Seperti halnya fasilitas kesehatan atau rumah sakit, sekolah sangat penting. Pembangunan yang menyangkut hajat warga kota harus beres semua,’’ tegasnya.


Di sisi lain, hasil sidak dapat dijadikan evaluasi rekanan untuk serius melaksanakan proyek pembangunan fisik di kota ini. Pun, warning untuk rekanan lainnya. Mereka harus paham semua konsekuensinya jika pekerjaan tidak sesuai. ‘’Rekanan yang kurang mampu, jangan ambil proyek yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan,’’ pinta Maidi.


Tidak hanya proyek pembangunan di SMPN 11 yang disidak wali kota. Tapi, juga SDN 02 Josenan dan SDN 03 Nambangan Kidul. Sementara pekerjaan proyek di dua SD itu dinilai beres.


Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati yang mendampingi sidak Maidi menambahkan bahwa selama proses rehabilitasi ruang kelas, siswa di kelas tersebut dialihkan di ruang khusus sampai proses pembangunan selesai.


Adapun kontrak kerja kedua proyek rehabilitasi sekolah ini seharusnya selesai Sabtu (17/9). ‘’Kami berharap kekurangan ini bisa diselesaikan dengan cepat. Tentu saja dengan kualitasnya harus bagus. Sehingga, anak-anak bisa melakukan proses belajar-mengajar di ruangan dengan segera,’’ tuturnya. (ggi/mg4/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#sekolah #Rehabilitasi Sekolah #pendididkan #Wali Kota Maidi #Proyek Rehabilitasi Sekolah