KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek fisik pedestrian Jalan Rimba Darma terus dikebut. Progres pekerjaan kawasan yang digadang-gadang menjadi sentra kuliner Kota Madiun itu surplus. Saat ini telah menyentuh 91 persen rampung. Atau surplus sekitar 28 persen dari total target progres pekerjaan 63 persen.
Paket proyek bernilai miliaran rupiah itu diperkirakan tuntas bulan depan. Meski sesuai kontrak kerja, selesai November. ‘’Kami memang berkomitmen untuk melakukan percepatan,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah, Selasa (20/9).
Thariq menyebutkan, proyek yang bernilai Rp 4,6 miliar APBD itu merupakan tahap ketiga kawasan Rimba Darma. Pekerjaan meliputi normalisasi saluran air dan pemasangan box culvert. Kemudian di atasnya dibangun pedestrian sepanjang sekitar 200 meter dan lebar 6,5 meter. ‘’Dalam P-APBD juga ada pekerjaan lanjutan untuk merapikan kawasan bekas pasar bunga Stadion Wilis,’’ ujarnya.
Pun, pedestrian itu rencananya bakal dilanjutkan tahun depan. Sasarannya, mulai saluran di jembatan ke arah selatan. Jenis pekerjaan fisiknya diperkirakan bakal sama. ‘’Insya Allah tahun depan kami lanjutkan penutupan sungai dan pembangunan trotoar ke arah selatan,’’ sebutnya.
Sebelum box culvert dipasang, lanjut Thariq, saluran air dinormalisasi lebih dulu. Dengan volume lebar lima meter dan kedalaman tiga meter. Sehingga, tidak mengurangi kapasitas saluran air. ‘’Kalau untuk lapak kuliner insya Allah tahun depan. Bersamaan kami melanjutkan pekerjaan serupa hingga Jalan Larasati,’’ bebernya.
Thariq menambahkan, pembangunan lapak dimulai dari kawasan simpang lima Tugu Pendekar sisi selatan. Rencananya, lapak akan mengular di pedestrian ke arah barat. Hanya, dia belum dapat berbicara banyak ihwal anggaran tahun depan. Sebab, masih dalam tahap perencanaan. ‘’Insya Allah berlanjut tahun depan,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto