Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Vaksinasi Covid-19 di Kota Madiun Lampaui Target

Hengky Ristanto • Rabu, 21 September 2022 | 02:30 WIB
SUNTIK: Warga menjalani proses vaksinasi yang digelar oleh Pemkot Madiun di Sumber Wangi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
SUNTIK: Warga menjalani proses vaksinasi yang digelar oleh Pemkot Madiun di Sumber Wangi. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Virus korona belum benar-benar sirna. Karena itu, harus tetap waspada. Sikap tersebut terus dijaga Pemkot Madiun untuk melindungi warganya. Salah satunya, menggencarkan vaksinasi Covid-19. Apalagi, kebutuhan vaksin antikorona juga tidak sulit. Bahkan, stoknya berlimpah.


Karena itu, pelayanan vaksinasi tetap dibuka di beberapa gerai. Pun di puskesmas-puskesmas kota ini. Tak heran jika cakupan vaksinasi sudah melebihi target. ‘’Sudah di atas 100 persen. Beberapa kelompok tertentu, seperti masyarakat rentan, sudah sekitar 96 persen,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun Denik Wuryani, Selasa (20/9).


Secara umum capaian vaksinasi antikorona di Kota Madiun untuk dosis pertama mencapai 108,07 persen. Dosis kedua 100,35 persen dan dosis ketiga 63,94 persen. Sementara dosis keempat untuk tenaga kesehatan (nakes) mencapai 60,98 persen. Capaian tersebut dapat dikatakan sudah melebihi target.


Meski begitu, dinkes terus melakukan pengecekan untuk memastikan seluruh warga Kota Madiun telah menerima vaksinasi sesuai dosis. Khususnya, anak-anak yang baru memasuki usia enam tahun dan lansia. ‘’Capaian vaksinasi lansia untuk dosis pertama 76,40 persen, dosis kedua 70,87 persen, dan dosis ketiga 44,13 persen,’’ sebutnya.


Menurut Denik, capaian lansia tersebut untuk dosis pertama dan kedua sudah melebihi target yang ditentukan. Sedangkan untuk dosis ketiga hampir mendekati target 50 persen. ‘’Jadi, kami masih mengejar target vaksinasi untuk lansia,’’ ungkapnya.


Dia menambahkan, tak sedikit masyarakat yang drop out (DO). Yakni, rentang waktu penyuntikan vaksin terlewat dari jadwal. Jarak dosis pertama dan kedua enam bulan. Sehingga, jika DO akan diulang penyuntikan dosis pertama. ‘’Tidak banyak yang DO, tapi ketidakdisiplinan ini akan membuat vaksinasi tidak segera tuntas,’’ tuturnya.


Sementara vaksinasi kelompok usia 6-12 tahun, dosis pertama 128,67 persen dan dosis kedua 118,02 persen. Kerja sama dengan dinas pendidikan tak lain agar capaian vaksinasi bisa merata. ‘’Mungkin pemantauan ini dilakukan untuk anak-anak yang baru menginjak usia enam tahun pada tahun ini,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#vaksinasi covid #Covid-19 #vaksin covid #Dinkes Kota Madiun #Virus korona