KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Bantuan langsung tunai daerah (BLTD) dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari Pemkot Madiun segera dikucurkan. Duit miliaran rupiah tersebut untuk ribuan keluarga penerima manfaat (KPM). ‘’Menunggu SK (surat keputusan) dan peraturan wali kota jadi,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Madiun Heri Suwartono, Selasa (4/10).
Heri menyebutkan, dinsos menerima alokasi anggaran BLTD BBM Rp 3,4 miliar. Duit tersebut berasal dari sebagian alokasi dua persen dana transfer umum (DTU) instruksi pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Sasarannya 5.636 KPM di kota ini. Per KPM per bulan Rp 150 ribu. Rentang waktu penyaluran September-Desember alias empat bulan. ‘’Pencairan dua bulan sekali lewat Bank Jatim,’’ ujarnya.
Heri menambahkan, daftar penerima BLTD BBM itu bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) terbaru yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos). Dia memastikan tidak akan ada KPM yang bakal menerima bantuan dobel lantaran tercatat pada program bantuan lainnya.
Termasuk tidak ada kegandaan data penerima dengan alokasi program serupa di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. ‘’Verifikasi validasi lapangan sudah kami laksanakan. Sehingga, kami tahu mana yang sudah mendapat bantuan dan mana yang belum,’’ ungkapnya.
Heri menyampaikan, sasaran BLTD BBM mencakup pelaku UMKM, driver ojek online dan konvensional, serta masyarakat rentan lainnya. Dia berharap bansos tersebut dapat meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga BBM. ‘’Insya Allah minggu depan dapat disalurkan,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto