KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Masa transisi dari pandemi ke endemi Covid-19 ditandai dengan semakin dilonggarkannya kegiatan masyarakat. Sehingga, produksi sampah pun kembali melimpah. ‘’Kembali seperti sebelum masa pandemi,’’ kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Marhaendra Budiono, Kamis (6/10).
Di Kota Madiun terdapat 39 titik tempat penampungan sementara (TPS) sampah di 27 kelurahan. Bahkan, beberapa kelurahan ada yang memiliki dua TPS. Hanya Ngegong yang tidak punya. ‘’Karena kelurahan ini dekat TPA (tempat pembuangan akhir) sampah dan satgas gerobak sampah juga banyak di kelurahan ini,’’ ujarnya.
Selama pandemi lalu, petugas DLH dilarang mengambil sampah medis. Pun, tidak boleh dicampur sampah rumah tangga. Tujuannya, mencegah persebaran virus korona. Pembatasan kegiatan masyarakat juga menyebabkan volume sampah berkurang. ‘’Sebelum pandemi, sampah harian sekitar 115 ton. Selama pandemi hanya 70 hingga 80 ton,’’ ungkapnya.
Saat ini kegiatan masyarakat berangsur normal. Produksi sampah pun kembali 115 ton sehari. Kegiatan bank sampah yang sempat terhenti selama pandemi juga kembali diaktifkan. ‘’Keberadaan bank sampah turut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto