KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan HUT ke 26 SMAN 6 Madiun dikeluhkan sejumlah wali murid. Salah seorang di antaranya SW. Dia keberatan dengan iuran yang dibebankan kepada siswa. ‘’Total iuran Rp 405 ribu,’’ katanya kemarin (7/10).
Perinciannya, Rp 130 ribu iuran kelas dan Rp 275 ribu iuran puncak peringatan HUT. Sejatinya, peringatan HUT merupakan agenda rutin sekolah setiap tahun. Namun, pro-kontra muncul ketika surat edaran terkait iuran diterima wali murid.
SW mengungkapkan, Kamis (6/10) dia diundang untuk koordinasi perihal iuran HUT sekolah anaknya. Pihak sekolah meminta maaf karena kurang komunikasi dengan wali murid. ‘’Saya berharap perayaan HUT sederhana saja. Cukup dengan mempererat tali silaturahmi siswa dengan guru,’’ ujarnya.
PA, salah seorang siswa kelas XI Smasix –sebutan SMAN 6 Madiun– mengaku sebelumnya tidak tahu ada protes wali murid. Dia baru tahu setelah informasi itu menyebar di kalangan siswa. ‘’Saya tidak ada rencana mengikuti kegiatan HUT. Karena iurannya memang mahal. Paling mahal iuran untuk mendatangkan guest star (Fiersa Besari, Red) Rp 200 ribu per siswa,’’ ungkapnya.
Terpisah, Wakasek Kesiswaan SMAN 6 Madiun Andreas Pontjo Djoko W. enggan memberikan komentar. Dia hanya menegaskan, sebagai pendidik tidak akan mematahkan kreativitas paserta didiknya. ‘’Sudah biarkan saja berita itu, yang jelas saya tidak bisa memenggal kreativitas siswa,’’ dalihnya. (mg4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto