Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tekan Angka Stunting, Pemkot Madiun Beri Subsidi Ikan

Hengky Ristanto • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN: Wali Kota Madiun Maidi konsen cegah stunting. (DOK RADAR MADIUN))
KEBIJAKAN: Wali Kota Madiun Maidi konsen cegah stunting. (DOK RADAR MADIUN))

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya menekan angka anak stunting di Kota Madiun menunjukkan progres positif. Buktinya, jumlah balita yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis itu di daerah setempat berhasil direduksi.


Wali Kota Maidi mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, jumlah anak stunting di Kota Madiun tercatat sebanyak 512 jiwa. Angka tersebut berkurang 155 dari jumlah sebelumnya yakni 667 jiwa. Meski begitu, dia tak menampik angka tersebut belum melegakan. ‘’Segala upaya harus terus dilakukan,’’ ujarnya, Sabtu (8/10).


Menurut Maidi, pemberian konsumsi ikan pada balita dapat membantu perkembangan otak dan sistem saraf mereka karena memiliki kandungan protein tinggi. ‘’Kalau anak-anak kekurangan protein, kecerdasannya akan kurang. Maka dari itu, pola-pola pemenuhan gizi terbaik harus dilakukan,’’ tegasnya.


Tak hanya berfokus pada anak, pemkot juga berkomitmen mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil. Yakni, mulai usia kandungan lima bulan hingga melahirkan. Sebab, stunting terjadi akibat kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan serta pada masa awal setelah lahir.


Namun, kondisi stunting baru terdeteksi dengan jelas ketika anak menginjak usia sekitar dua tahun. ‘’Dalam waktu dekat, program akan berjalan. Tidak hanya subsidi bahan pokok dan sayuran, kebutuhan protein dari ikan juga akan kami cukupi,’’ ujar Maidi.


Dia menambahkan, subsidi ikan bakal menyasar warga yang memiliki atau membawa balita saat berada di pasar. Terkait pengawasannya, lanjut Maidi, akan disiagakan petugas dinas perdagangan (disdag) setempat. ‘’Angka anak stunting akan terus kami tekan. Anak Kota Madiun harus sehat dan pintar,’’ tegasnya.


Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rasidi menambahkan, program subsidi harga ikan dijadwalkan dimulai Senin (10/10) lusa. Tahap awal hanya berlaku di Pasar Besar Madiun (PBM). Namun, diproyeksikan kelak diperluas ke sejumlah pasar tradisional lainnya. ‘’Dimulai PBM. Menyusul akan diterapkan di Pasar Sleko dan Pasar Kawak,’’ ujarnya. (ggi/c1/isd)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #Stunting #Wali Kota Maidi #Pemkot Madiun