KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak beberapa hari belakangan Kota Madiun diguyur hujan meski intensitasnya masih ringan dan sedang. Pun, sempat disertai angin kencang. Dampaknya, sejumlah ruas jalan tergenang dan dedaunan berguguran.
‘’Kami sudah melakukan pembersihan sampah dengan rutin,’’ kata Kabid Pengelola Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Aang Marhaendra Budiono, Minggu (9/10).
Memasuki musim penghujan, saat ini kebersihan lingkungan menjadi perhatian DLH. Termasuk kawasan rawan genangan air. ‘’Pembersihan setiap pagi kami optimalkan, satu-dua kontainer sampah terbuang. Siangnya sudah kosong. Jadi, jarang sampai ada sampah menumpuk,’’ ujarnya.
Pembersihan ruas jalan kota dilakukan tiga kali sehari. Yakni, pagi, siang, dan sore. Menurut Aang, sampah dari median jalan acap di luar perhitungan. ‘’Kalau di pinggir jalan kami rutin lakukan pembersihan. Kalau di median jalan kadang ada guguran dedaunan kering. Apalagi saat musim bunga bugenfil,’’ ungkapnya.
Sementara banyaknya tanah yang menumpuk di tepi maupun median jalan, selain mengurangi estetika, juga acap menyumbat lubang saluran air. Sehingga, menyebabkan genangan.
‘’Kendalanya, kalau sudah disapu pukul 15.00, kemudian pukul 17.00 hujan-angin, jadi panen sampah lagi,’’ bebernya sembari menambahkan bahwa kebersihan kota sudah bagus, wali kota juga sangat peduli lingkungan. (mg4/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto