KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Program bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) untuk warga kurang mampu di Kota Madiun bakal menyentuh empat digit tahun ini. Seiring dinas pendidikan (dindik) setempat tengah memproses calon penerima baru.
‘’Ada kuota tambahan untuk mengganti mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya,’’ kata Kepala Dindik Kota Madiun Lismawati, Minggu (9/10).
Selain kuota tambahan, dindik juga tengah memverifikasi 200 calon penerima baru. Program BBM ini untuk warga kota yang terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Agar tepat sasaran, calon penerima harus menyertakan surat pernyataan yang diketahui kelurahan sesuai domisili.
Pendaftarannya secara online di website beasiswa.madiunkota.go.id. Namun, saat ini pendaftaran sudah selesai lantaran kuota telah terpenuhi.
Program ini untuk mahasiswa durasi penyelesaian studi maksimal empat tahun. Jika molor, bantuan akan dihentikan. Selanjutnya, biaya mandiri. ‘’Bantuan bisa diputus di tengah jalan jika hasil evaluasi studi mahasiswa kurang maksimal,’’ ujarnya.
Bahkan, tahun ini ada aturan tambahan. Yakni, untuk studi di luar kota, hanya mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN). Sehingga, mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di luar kota tidak ter-cover BBM. ‘’Kalau kuliah di PTS Kota Madiun bisa. Kalau luar kota hanya untuk mahasiswa PTN,’’ jelasnya.
Nominal BBM per mahasiswa PTN di luar kota Rp 9 juta satu tahun atau dua semester. Sedangkan mahasiswa di Kota Madiun Rp 6 juta per tahun. Baik di PTN maupun PTS. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto