KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyuntikan vaksin antikorona booster kedua bagi para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Madiun berlanjut. Namun, percepatan progres capaiannya terkendala ketersediaan vaksin.
‘’Booster kedua atau dosis keempat untuk nakes sudah mencapai 70 persen. Lumayan tinggi, tapi target semestinya tuntas seratus persen,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani, Selasa (11/10).
Booster kedua itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan tetanggal 28 Juli lalu. Sebanyak 4.672 nakes bakal di-booster kedua.
Sayangnya, kiriman vaksin dari pusat yang terbatas membuat progres capaian vaksinasi tersendat. ‘’Selain menunggu kiriman vaksin, kesadaran perlunya booster kedua sedikit berkurang seiring kasus Covid-19 yang melandai. Ini mungkin ya,’’ duganya.
Denik menyampaikan, pemberian vaksin booster kedua menyesuaikan regimen booster pertama. Vaksin merek Moderna, misalnya, hanya dapat menerima merek sama dengan dosis 0,25 mililiter. ‘’Regimen sudah ditentukan Kemenkes. Jadi, menunggu ketersediaan vaksin yang disesuaikan booster pertama,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, booster kedua penting bagi nakes. Sebab, mereka merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 yang rentan tertular. Pun, pelaksanaan booster kedua tidak berbeda dengan tahun lalu. Yakni, di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau pos pelayanan vaksinasi terdekat di wilayah nakes bertugas. ‘’Selain nakes, vaksinasi rutin untuk masyarakat juga tetap berlanjut di fasyankes sesuai jadwal,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto