Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Proyek Pavingisasi Jalan Kampung di Kota Madiun Dimulai

Hengky Ristanto • Sabtu, 15 Oktober 2022 | 16:35 WIB
DIGEBER: Pavingisasi Jalan di Kelurahan Pangongangan, Manguharjo, tengah berjalan. Program ini serentak dilaksanakan seluruh kelurahan di Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
DIGEBER: Pavingisasi Jalan di Kelurahan Pangongangan, Manguharjo, tengah berjalan. Program ini serentak dilaksanakan seluruh kelurahan di Kota Madiun. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pavingisasi jalan kampung di Kota Madiun digeber. Di Kelurahan Pangongangan, Manguharjo, misalnya. Ada enam titik yang tersentuh program penataan kota tersebut.


‘’Pavingisasi sudah mulai berjalan. Di kelurahan kami progresnya sekitar 30 persen,’’ kata Lurah Pangongangan Eva Anjarika Rahmawati, Sabtu (15/10).


Saat ini yang sedang dikerjakan gang di Jalan Anjasmoro dan Jalan A Yani. Selanjutnya, pavingisasi bakal menyentuh empat jalan lainnya. Mulai Jalan A Yani (Gang Trubus), Jalan Aloon-Aloon Timur (Gang Seng), Jalan Panglima Sudirman (Gang Sepuhan) dan Jalan Merapi (Gang Lodayan). ‘’Optimistis pekerjaan selesai sesuai target,’’ harapnya.


Terpisah, Wali Kota Maidun Maidi menyebutkan, pavingisasi merupakan program usulan warga melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Baik  di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Anggarannya dari Perubahan APBD (P-APBD) 2022.


Pavingisasi mulai dikebut bulan ini. Untuk akselerasi progres, pemkot melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) di setiap kelurahan. Setiap pokmas mengerjakan pavingisasi di lingkungan masing-masing. ‘’P-APBD tahun ini nominalnya cukup besar. Pekerjaan juga tak sedikit. Optimistis selesai sesuai target,’’ yakin Maidi.


Pekerjaan tak sekadar pavingisasi, tapi include pemasangan kansteen. Perinciannya, 31 ribu meter persegi pavingisasi dan 14 ribu meter persegi kansteen. Jumlah tersebut total di tiga kecamatan. ‘’Anggaran bisa untuk membayar tukang dan kuli warga setempat. Ini juga sesuai instruksi presiden untuk memberdayakan masyarakat,’’ ungkapnya.


Meski diserahkan pokmas, dinas pekerjaan um dan penataan ruang (DPUPR) serta dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) tetap mem-back up. Tujuannya, agar optimalisasi penggunaan anggaran dapat bermanfaat langsung untuk warga.


Pun, pemkot memprioritaskan penyedia paving lokal. Meski begitu, pemkot tetap mempertimbangkan kapasitas produksinya mengingat progres pekerjaan dikebut. Jika tak mampu memenuhi, pemkot akan mencari dari luar daerah. ‘’Pabrik lokal sudah saya suruh hitung kemampuannya. Insya Allah mampu,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#DPUPR Kota Madiun #Disperkim #P-APBD 2022 #pavingisasi #kelompok masyarakat #Pemkot Madiun