KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun semakin menawan. Seiring revitalisasi kota yang start sejak 2019 lalu. Salah satu yang paling fenomenal adalah face-off Jalan Pahlawan menjadi Pahlawan Street Center (PSC). ‘’Tiga tahun lalu Jalan Pahlawan kerap banjir. Sekarang sudah tidak. Justru banjir manusia karena banyak yang berkunjung ke PSC,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (18/10).
Kala itu, pemkot mulai menginjak pedal gas menggeber pembangunan infrastrukur ruang pejalan kaki atau pedestrian. Trotoar yang semula dua meter diperlebar menjadi 4,5 meter.
Pembangunan dimulai dari utara (depan Bank Mandiri), sampai penggal Jalan Perintis Kemerdekaan (depan balai kota). Kini, pedestrian tersebut mengular hingga nyaris di seluruh ruas jalan protokol. ‘’Sebelum dibangun pedestrian, saluran air atau drainase dinormalisasi dulu atau dioptimalkan fungsinya,’’ ungkapnya.
Lantai pedestrian menggunakan material granit. Agar lebih kuat dan tidak licin ketika dilintasi pejalan kaki. Pun, dilengkapi fasilitas kursi besi ala Malioboro, Jogjakarta. Berbagai ornamen pelengkap, seperti lampu taman dan tanaman hias semakin menambah keelokan PSC dan sejumlah titik lainnya.
‘’Dalam penataan kota, kami berupaya memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat. Khususnya, ramah untuk penyandang disabilitas,’’ tuturnya.
Maidi menambahkan, pelebaran pedestrian merupakan bagian dari penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha (WTN). Dia ingin memberikan kesempatan bagi para pejalan kaki untuk mendapatkan haknya agar tak terampas para pedagang kaki lima (PKL) membuka lapak di trotoar.
Menurut dia, saat ini ruas jalan lain yang trotoarnya sudah ditata masih layak. Karena volume kendaraan di Kota Madiun tak sepadat Surabaya dan Jakarta. Sehingga, laju kendaraan masih berjalan normal. ‘’Seluruh pembangunan telah melalui sejumlah kajian. Mulai keamanan dan kenyamanan. Jadi, tidak asal-asalan,’’ ujarnya.
Tahun ini (2022) pemkot mengalokasikan anggaran Rp 16,7 miliar untuk menata pedestrian di 21 lokasi. Panjang perbaikan dan pelebaran trotoar yang digarap mencapai 5,4 kilometer. Di antaranya, Jalan Taman Praja, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan S Parman, dan Jalan Panglima Sudirman.
Maidi berharap masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan infrastruktur ini. Sebab, apa yang saat ini dan sudah dikerjakan golnya untuk meningkatkan ekonomi warga Kota Madiun.
‘’Kenapa ada revitalisasi kota? Karena kota kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti daerah lain. Jadi, saya harus membuat sumber daya alam sendiri. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,’’ jelasnya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto