KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca ekstrem bakal terjadi dalam pekan ini hampir di seluruh wilayah Jawa Timur. Tak terkecuali Kota Madiun. Warning itu telah dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya. Potensi bencana hidrometeorologi sangat mungkin terjadi.
Prakiraan cuaca itu disikapi serius Pemkot Madiun. Pun, antisipasi penanggulagan serta penanganan bencana telah disusun. ‘’Bencana datangnya tidak dapat diprediksi. Karena itu, kita harus waspada. Semua yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana seyogianya mulai disiapkan sekarang,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (20/10).
Sedikitnya 300 personel gabungan tim siaga hidrometeorologi pemkot dan TNI-Polri serta relawan tagana disiagakan. Seluruh peralatan, mulai perahu karet rescue hingga kendaraan berat disiapkan.
Upaya antisipasi juga dilakukan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) setempat. Yakni, memangkas serta menebang pohon yang berisiko tumbang diterjang angin dan hujan lebat. ‘’Jangan sampai saat sudah kejadian baru bertindak. Langkah-langkah antisipasi risiko perlu dilakukan,’’ pintanya.
Tim gabungan, lanjut dia, juga bakal melakukan evaluasi dan rapat koordinasi (rakor) berkala selama periode atau masa pancaroba, peralihan musim kemarau ke musim penghujan saat ini. Hasilnya bakal disosialisasikan ke masyarakat dalam bentuk peringatan dan kewaspadaan potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Upaya ini penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa jika bencana benar-benar terjadi di kota ini. ‘’Kami mendirikan dua posko di wilayah rawan bencana. Khususnya banjir,’’ sebutnya.
Masing-masing ditempatkan di Taman Lalu Lintas Bantaran, Manguharjo dan kawasan Embung Pilangbango, Kartoharjo. Kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi atau rawan banjir kiriman dari daerah tetangga. Mulai dari kawasan Gunung Wilis dan Bengawan Madiun yang berisiko meluap. ‘’Semoga tidak terjadi bencana di kota kita,’’ harapnya.
Maidi mengimbau masyarakat membantu penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi atau sungai. Pun, melapor jika ada pohon yang lapuk dan berpotensi tumbang ke disperkim dan BPBD setempat. ‘’Semua selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi ini,’’ ajaknya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto