KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Musim penghujan datang lebih cepat. Kondisi tersebut mendapat atensi Pemkot Madiun. Saluran air atau anak sungai yang rawan meluap saat curah hujan tinggi dinormalisasi. Salah satunya, di Mojorejo, Taman.
‘’Sementara satu titik yang kami keruk,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto, Sabtu (22/10).
Menurut dia, jika tidak dikeruk, kompleks Koramil Taman, Perumahan Bumi Mas II dan Perumahan Manisrejo I berpotensi terdampak luapan air. Sebab, endapan lumpur yang mencapai satu meter mengurangi kapasitas saluran air.
Nyaris separo dari kapasitas normal. Selain itu, tanaman liar di sepanjang saluran juga menghambat aliran air. ‘’Debit air di titik ini cukup besar. Karena hulunya mulai dari PG Kanigoro,’’ ujarnya.
Normalisasi bertujuan untuk mengembalikan dimensi existing semula. Yakni, kedalaman 2,5 meter dan lebar 7 meter. Sedangkan panjang saluran air yang dikeruk sekitar 500 meter. ‘’Untuk anggaran pengerukan ini dialokasikan Rp 200 juta dari PAK (perubahan anggaran keuangan) 2022,’’ ungkapnya.
Pihaknya butuh waktu sekitar dua bulan ke depan untuk menuntaskan. Satu unit alat berat ekskavator dikerahkan. ‘’Insya Allah dapat selesai tepat waktu. Mungkin kami percepat karena hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi belakangan ini,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, DPUPR juga berencana menormalisasi saluran di titik lainnya. Yakni, di kawasan Jalan Terate, Banjarejo, Taman. Anggarannya sama dengan pengerukan di Mojorejo yang tengah dikerjakan saat ini. ‘’Belum dimulai. Tapi dalam waktu dekat segera dikeruk,’’ jelasnya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto