KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca ekstrem mengiringi musim pancaroba sepekan terakhir. Kondisi itu disikapi Pemkot Madiun dengan mengantisipasi potensi bencana. Antara lain memangkas pohon di pinggir jalan yang berisiko tumbang. ‘’Pohon tidak boleh lebih dari tujuh meter,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (23/10).
Untuk mencegah peristiwa yang tidak diinginkan, dia minta dinas perumahan dan kawasan permukiman (dipserkim) memotong pohon yang terlampau tinggi. Salah satunya di Jalan Kolonel Marhadi. ‘’Pohon-pohon harus menyesuaikan tinggi bangunan di sekitarnya. Karena adanya bangunan juga meminimalikan empasan angin,’’ ujarnya.
Selain itu, pohon yang kelewat tinggi dengan dedaunan yang lebat juga mengganggu fungsi penerangan jalan. Pun, pemangkasan pohon untuk menambah estetika perkotaan. ‘’Petugas kami minta rutin keliling. Kalau ada pohon yang berisiko tumbang, sebaiknya ditebang dan ditanami yang baru,’’ pintanya.
Menurut dia, upaya ini penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa jika bencana terjadi. Pun, dia meminta masyarakat ikut mengawasi lingkungan masing-masing. Termasuk jika mendapati pohon yang keropos. ‘’Segera laporkan ke petugas. Agar tindakan segera dilakukan tanpa harus menunggu pohonnya tumbang,’’ tuturnya.
Pemkot juga telah membuka dua posko di wilayah rawan bencana. Yakni, di di Taman Lalu Lintas Bantaran, Manguharjo dan kawasan Embung Pilangbango, Kartoharjo. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto