KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Ikon Kota Madiun bakal bertambah lagi. Seiring segera rampungnya proyek pembangunan gedung dewan kerajinan nasional daerah (dekranasda). Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat menargetkan gedung dua lantai itu selesai dalam waktu dekat.
Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, progres pembangunan gedung di atas lahan eks Puskesmas Oro-oro Ombo itu menyentuh 94 persen. Bahkan, diklaim surplus 31 persen. Dari rencana awal 63 persen.
‘’Estimasi pekerjaan selesai lebih cepat dari target yang tertuang dalam SPMK (surat perintah mulai kerja) yang berakhir 14 November nanti,’’ ujar Uut, sapaan akrabnya, Senin (24/10).
Saat ini pihaknya tengah mengerjakan tahap finishing proyek senilai Rp 858 juta tersebut. Mulai pengecatan serta merapikan bangunan fisik. ‘’Struktur bangunan sudah berdiri seluruhnya. Tinggal merapikan yang belum sempurna,’’ ungkapnya.
Menurut Uut, gedung dekranasda dikonsep megah. Luas lahan eks-puskesmas yang dimanfaatkan sekitar 1.105 meter persegi. Sedangkan luas bangunan lantai I sekitar 201 meter persegi. Lalu, 190 meter persegi luas bangunan lantai II. ‘’Dari konsepnya, insya Allah gedung dekranasda layak dijadikan ruang pamer produk kerajinan Kota Madiun,’’ imbuhnya.
Pun, gedung ini bakal menjadi ikon baru Kota Madiun. Khususnya, di kawasan simpang lima Tugu Pendekar. Sebab, fasilitas dan kualitas gedungnya bukan kaleng-kaleng. ‘’Nanti juga akan dilengkapi area untuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),’’ sebutnya.
Pembangunan gedung dekranasda linier dengan pengembangan kawasan kuliner Rimba Darma. Pun, tidak jauh dengan ikon-ikon sejarah dari lokasi tersebut. ‘’Konsepnya pemerataan pusat keramaian. Jadi, tidak hanya di satu atau dua kawasan,’’ jelasnya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto