‘’Selain ramah lingkungan, produk kerajinan kami juga dinilai unik serta cantik,’’ kata Fatmalia.
Pengusaha satu ini merintis bisnisnya pada 2017. Mulanya Fatmalia sekadar penasaran dengan kain goni bekas wadah kacang yang ada di rumah. Kain itu lantas dia kreasikan menjadi tas. Rupanya, tas goni buatan Fatmalia diapresiasi banyak orang.
Fatmalia lantas serius mengembangkan usaha kerajinan tersebut. Dia mengusung merk CHARU DARTI, yang diambil dari bahasa Sansekerta. ‘’Harga setiap produk mulai Rp 30 ribu sampai Rp 300 ribu,’’ terangnya.
Karya kreatif Fatmalia baru saja diikutsertakan dalam ajang Planogram Goes to Mandalika 2022. Berkat event kreatif yang digagas Kemenparekraf tersebut, karya Fatmalia sukses dipamerkan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga kota-kota di Bali sampai Papua. ‘’Permintaan pasar cukup tinggi terhadap tas berbahan kain goni,’’ sebutnya.
Selain usaha kreatif, Kelurahan Taman juga memiliki lapak UMKM yang menarik dikunjungi. Pasalnya, lokasi lapak tersebut berada di pelataran Masjid Kuno Taman yang notabene merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Madiun.
Lurah Taman Dewi Ratna Indah Surtiningsih mengatakan, sepuluh pedagang yang berniaga di Lapak Donopuran, Kelurahan Taman, mampu mengantongi pendapatan hingga Rp 3 juta per hari.
Di Lapak Donopuran, pengunjung bisa menikmati sajian kuliner nusantara dan aneka kudapan yang ramah di kantong. ‘’Jemaah Masjid Kuno Taman yang haus atau lapar tinggal mengunjungi Lapak Donopuran,’’ ujarnya. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto