Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Tambah Armada Bus Sekolah 

Hengky Ristanto • Senin, 31 Oktober 2022 | 17:43 WIB
ANGKUTAN GRATIS: Pemkot Madiun berencana menambah dua armada bus ASG untuk memfasilitasi antar-jemput pelajar tahun ini. Upaya tersebut sebagai salah satu cara menekan angka lalu lintas yang melibatkan pelajar. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
ANGKUTAN GRATIS: Pemkot Madiun berencana menambah dua armada bus ASG untuk memfasilitasi antar-jemput pelajar tahun ini. Upaya tersebut sebagai salah satu cara menekan angka lalu lintas yang melibatkan pelajar. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Kota Madiun coba dipenuhi. Salah satunya, fasilitas angkutan sekolah gratis (ASG). Rencananya, armada untuk antar-jemput anak sekolah di kota ini akan ditambah dua unit.

‘’Ada dua armada jenis minibus tambahan. Insya Allah datang tahun ini,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (31/10).

Menurut wali kota, jumlah armada bus yang telah beroperasi saat ini kurang mencukupi kebutuhan. Meski sudah di­-backup angkutan perkotaan (angkota) secara bertahap. Sebab, antusiasme siswa menggunakan fasilitas tersebut cukup tinggi. ‘’Kami berkomitmen memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat. Termasuk anak sekolah,’’ ujarnya.

Saat ini, lima unit armada bus disiagakan saban hari untuk antar-jemput anak sekolah. Masing-masing di lima titik pemberangkatan. Yakni, Terminal Bus Purboyo, subterminal Manisrejo, Te’an, Perumahan Kelun, dan Jalan Puspo Warno.

Waktu pemberangkatan mulai 05.30 - 06-45. Sedangkan penjemputan mulai pukul 13.00 sampai selesai. ‘’Antar-jemput anak sekolah tanpa dipungut biaya alias gratis,’’ jelasnya.

Pemenuhan fasilitas ASG itu, lanjut dia, juga untuk meminimalikan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan pelajar. Pun, sebagai upaya mendisiplinkan siswa berkendara di jalan raya. Terutama yang belum cukup umur.

‘’Kalau belum punya SIM dilarang mengendarai motor sendiri. Lebih baik naik bus sekolah. Jangan khawatir, bus akan kami tambah agar semua bisa terangkut,’’ janjinya.

Di sisi lain, Maidi meminta pihak sekolah serius mengawasi peserta didiknya. Pun, wajib menanamkan pendidikan karakter kepada siswa. Khususnya terkait kepatuhan dan disiplin dalam berlalu-lintas. Sebab, risiko fatal mengintai siswa di jalan raya saat belum mahir berkendara.

‘’Siswa harus diedukasi, jangan hanya dimarahi. Karena membahayakan diri sendiri dan orang lain,’’ tegasnya.

Pun, Maidi mengimbau orang tua siswa tidak sembarangan melepas anak mereka mengendarai kendaraan bermotor. Tak lain untuk keselamatan bersama. ‘’Kalau orang tua tidak bisa antar-jemput lebih baik naik bus sekolah saja. Jauh lebih aman,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#tekan laka lantas #pelajar #bus sekolah #sekolah #angkutan sekolah #Wali Kota Maidi #pendidikan #Pemkot Madiun