Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Sulap Kawasan Kumuh Jadi Kampung Tematik

Hengky Ristanto • Senin, 31 Oktober 2022 | 17:42 WIB
PUNYA KEKHASAN: Salah satu kampung tematik yang selesai dibangun tahun ini. Tahun depan Pemkot Madiun membangun dua kampung tematik baru. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PUNYA KEKHASAN: Salah satu kampung tematik yang selesai dibangun tahun ini. Tahun depan Pemkot Madiun membangun dua kampung tematik baru. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya mereduksi kawasan kumuh di Kota Madiun terus berlanjut. Tahun depan pemkot bakal membangun dua kampung tematik baru. ‘’Satu kampung tematik butuh anggaran sekitar Rp 300 juta,’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono, Senin (31/10).

Dua kampung tematik itu masing-masing di Kelurahan Sogaten, Manguharjo dan Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo. Biaya pembangunannya telah dianggarkan di APBD 2023. Agung menyebutkan, dua kampung tematik itu bakal menambah sembilan kampung tematik yang rampung dibangun mulai 2020 lalu.

Di antaranya di Manisrejo (Taman), Patihan (Manguharjo) dan Kelun (Kartoharjo) yang selesai dibangun tahun ini. ‘’Tujuan utamanya mereduksi kawasan kumuh. Selain itu, juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan kelurahan melalui penataan dan prasarana lingkungan,’’ ujarnya.

Menurut Agung, pemilihan titik pembangunan kampung tematik wajib memenuhi tiga syarat. Yakni, memiliki tokoh masyarakat, embrio atau potensi kawasan, dan tema unggulan. Sehingga, kampung tematik diharapkan memiliki daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Pun, memiliki kekhasan yang berbeda dari lainnya.

Setelah pembangunan fisik selesai, kampung tematik diserahkan kepada kelompok pemanfaat dan pemelihara (KPP) setempat. Mereka yang akan bertanggung jawab pada pemeliharaan serta perawatannya.

‘’Ada beberapa titik yang berkolaborasi dengan DID (dana insentif daerah) kelurahan, sebagian dikelola secara swadaya oleh masyarakat,’’ ujarnya.

Semakin banyaknya ruang terbuka dari kampung tematik dengan berbagai tanaman diharapkan dapat meningkatkan kualitas visual kawasan sekaligus menjaga lingkungan. Pun, sebagai objek wisata yang merata di setiap kelurahan.

‘’Sesuai arahan wali kota, keberadaan kampung tematik ini harus memiliki manfaat besar. Termasuk menggeliatkan perekonomian warga setempat,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi #APBD 2023 #kawasan kumuh #objek wisata #kampung tematik #Disperkim #Pemkot Madiun