Wali Kota Madiun Maidi memprediksi proyek senilai Rp 7,4 miliar dari perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022 bakal rampung pertengahan bulan ini. Sebab, pekerjaan sejumlah titik di sebagian kelurahan telah selesai. ‘’Setiap hari saya keliling mengecek pavingisasi. Progres pekerjaannya cukup cepat atau sesuai rencana,’’ katanya.
Di Pangongangan, Manguharjo, misalnya. Tiga dari enam titik telah rampung. Yakni, Gang Lurah Lama, Gang Trubus, dan gang di Jalan Anjasmoro. Sisanya, ada yang segera rampung dan baru dimulai. ‘’P-APBD tahun ini nominalnya cukup besar. Pekerjaan juga tak sedikit. Sehingga, harus dikebut,’’ ujar Maidi.
Pavingisasi di Klegen, Kartoharjo, lanjut Maidi, juga menunjukkan progres positif. Dari total enam titik, tiga di antaranya 100 persen dan 90 persen. Yakni, di Gang Kamboja, Jalan Hercules dan Jalan Nakula.
Dia optimistis progres merata di kelurahan lain. Sebab, program tersebut serentak dikerjakan mulai pertengahan Oktober lalu. ‘’Akan terus saya cek progresnya. Kalau kurang sempurna langsung saya minta diperbaiki,’’ tegasnya.
Menurut Maidi, pavingisasi merupakan program usulan warga melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Untuk akselerasi progres, pemkot melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) di setiap kelurahan di lingkungan masing-masing. ‘’Misal satu titik sudah selesai, bisa membantu titik lain yang belum selesai,’’ tuturnya.
Meski begitu, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) tetap mem-backup. Tujuannya, agar optimalisasi penggunaan anggaran dapat bermanfaat untuk masyarakat. Pun, pemkot memprioritaskan penggunaan paving produk lokal. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto