Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Simulasi Penanganan Kebakaran, Maidi Ingatkan Kesiapan Hidran

Hengky Ristanto • Sabtu, 5 November 2022 | 21:48 WIB
SIAGA: Wali Kota Madiun Maidi saat mencoba memadamkan kobaran api dalam simulasi bencana kebakaran di kawasan rusunawa kemarin. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
SIAGA: Wali Kota Madiun Maidi saat mencoba memadamkan kobaran api dalam simulasi bencana kebakaran di kawasan rusunawa kemarin. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Suasana sekitar rumah susun sederhana (rusunawa) tersebut mendadak diwarnai kepanikan. Itu terjadi seiring kebakaran yang melanda kompleks permukiman tersebut. Tidak lama berselang, sejumlah petugas  pemadam tiba di lokasi dan langsung berjibaku menjinakkan api.

Jangan salah, insiden yang terjadi di Jalan Manis Raya, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, itu hanya simulasi belaka. Pun, objeknya hanya sebuah gubuk semi permanen dari anyaman bambu. ‘’Ini (simulasi, Red) sebagai bentuk antisipasi kalau terjadi kebakaran di rusunawa,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (4/11).

Menurut dia, simulasi itu penting untuk mengasah kesigapan menangani insiden kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Baik bagi tim pemadam kebakaran (damkar) maupun petugas serta penghuni rusunawa I dan II. ‘’Semua harus siap. Mulai petugas, peralatan, sampai mobil damkarnya,’’ ujar Maidi.

Maidi meminta pihak dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) untuk memeriksa kondisi hidran di rusunawa I dan II secara berkala. ‘’Pastikan hidrannya berfungsi optimal dan persediaan air selalu cukup,’’ pintanya. ‘’Semua alat dan mobil damkar harus siap kapanpun. Jangan sampai rusak,’’ imbuhnya.

Kepala Disperkim Kota Madiun Totok Sugiarto mengklaim hidran di rusunawa I dan II berfungsi optimal dan siap digunakan sewaktu-waktu karena rutin dilakukan perawatan. Pun, semua petugas telah dibekali kemampuan pencegahan serta penanganan kebakaran. ‘’Upaya antisipasi peristiwa kebakaran sudah kami lakukan. Insya Allah sudah siap,’’ ucapnya.

Totok menambahkan, langkah utama yang harus diambil penghuni saat terjadi kebakaran adalah melaporkan peristiwa tersebut ke petugas keamanan disperkim yang stand by di lokasi. Kemudian, sesegera mungkin dilakukan upaya penanganan dini. Yakni, menyalakan sirine kebakaran serta berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang telah disediakan.

Bersamaan itu, lanjut dia, petugas segera mengirimkan laporan peristiwa kebakaran ke satpol PP dan damkar. ‘’TPara penghuni tidak perlu panik berlebihan ketika mendengar bunyi sirine. Terpenting segera menyelamatkan diri di area terbuka. Pemadaman api serahkan sepenuhnya ke petugas damkar,’’ tuturnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto
#rusunawa #antisipasi kebakaran #kebakaran #damkar #Disperkim #Rusunawa II #simulasi penanganan kebakaran #pemadam kebakaran #Wali Kota Maidi