Tak hanya di jalanan besar, ruas kelurahan pun dipavingisasi. Dari pekerjaan serentak di 27 kelurahan, progresnya kini telah menyentuh 83,88 persen. Volumenya meliputi 31 ribu meter persegi pavingisasi serta 14 ribu meter persegi kansteen.
Wali Kota Madiun Maidi mengupayakan proyek senilai Rp 7,4 miliar dari perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022 itu bakal tuntang pertengahan bulan ini. Bahkan, pekerjaan di sejumlah titik kelurahan telah selesai. ‘’Setiap hari saya gowes keliling mengecek pavingisasi di tiap kelurahan. Progresnya cukup cepat dan berjalan sesuai rencana,’’ katanya.
Saat ini, ada empat kelurahan yang telah menuntaskan pavingisasi. Yakni, Manisrejo; Pandean; Mojorejo (Taman) dan Sukosari (Kartoharjo). Kelurahan lainnya menapaki progres kisaran 60-70 persen. ‘’Selain faktor hujan tak ada masalah yang berarti. Kami minta segera dituntaskan,’’ tuturnya.
Di Pangongangan, Manguharjo, tiga dari enam titik telah dirampungkan. Yakni, Gang Lurah Lama, Gang Trubus, dan gang di Jalan Anjasmoro. Sisanya, ada yang segera rampung dan baru dimulai. ‘’P-APBD tahun ini nominalnya cukup besar. Pekerjaan juga tak sedikit. Jadi harus dikebut,’’ tegasnya.
Pavingisasi di Klegen, Kartoharjo, juga progresif. Dari total enam titik, tiga di antaranya 100 persen dan 90 persen. Yakni, di Gang Kamboja, Jalan Hercules dan Jalan Nakula.
Dia optimistis progres merata di kelurahan lain. Sebab, program tersebut serentak dikerjakan mulai pertengahan Oktober lalu. ‘’Akan terus saya cek progresnya. Kalau kurang sempurna langsung saya minta diperbaiki,’’ tukasnya.
Pavingisasi merupakan program usulan warga melalui musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Untuk akselerasi progresnya, pemkot melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) di setiap kelurahan di lingkungan masing-masing. ‘’Misal satu titik sudah selesai, bisa membantu titik lain yang belum selesai,’’ tuturnya.
Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) tetap mem-backup. Agar optimalisasi penggunaan anggaran dapat bermanfaat untuk masyarakat. Pemkot memprioritaskan penggunaan paving produk lokal. (ggi/fin) Editor : Hengky Ristanto