Sebanyak 104 dai cilik itu akan menyampaikan materi dakwah untuk peserta didik seusianya tatkala kegiatan belajar-mengajar (KBM) pendidikan agama. SD-SMP diminta memberlakukan pembelajaran outdoor learning di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC).
Upaya itu linier dengan penerapan kurikulum merdeka. Sehingga regenerasi dai tak pernah terhenti. ‘’Tak hanya dai, semua siswa akan digali minat dan bakatnya masing-masing,’’ jelasnya.
Ditunjuknya para dai cilik untuk tampil di hadapan teman-teman sebangku sekolah itu guna memotivasi siswa lainnya. Guru agama masing-masing sekolah diberikan tanggung jawab membimbing dai-dai cilik yang telah dikukuhkan tersebut.
‘’Non-muslim juga kami sediakan fasilitas belajar serupa di kawasan PRC. Selain wisata, juga sebagai sarana edukasi pentingnya toleransi antar umat beragama,’’ tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Maidi, pemkot bakal terus mengembangkan kawasan PRC. Rencananya, mendirikan Warung NKRI. Untuk memupuk jiwa nasionalisme serta kebhinekaan. ‘’Semakin banyak kegiatan dan keramaian, Insya Allah roda perekonomian semakin hidup,’’ tuturnya. (ggi/fin) Editor : Hengky Ristanto