Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Subsidi Pedagang PBM Dicabut Lagi, Kali Ini untuk Komoditas Ikan-Ayam Potong

Hengky Ristanto • Senin, 7 November 2022 | 21:09 WIB
DIEVALUASI: Pedagang ayam potong di Pasar Sleko masih mendapatkan subsidi untuk memangkas kenaikan harga kemarin (6/11). Sedangkan subsidi khusus untuk pedagang PBM dicabut. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
DIEVALUASI: Pedagang ayam potong di Pasar Sleko masih mendapatkan subsidi untuk memangkas kenaikan harga kemarin (6/11). Sedangkan subsidi khusus untuk pedagang PBM dicabut. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lagi-lagi pemkot mencabut bantuan subsidi harga untuk pedagang Pasar Besar Madiun (PBM). Kali ini giliran pedagang ikan dan ayam potong. Sedangkan untuk sejumlah pasar tradisional lain masih diberikan.

‘’Sementara kami cabut. Tengah kami evaluasi,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Senin (7/11).

Menurut dia, pencabutan subsidi tunai ke pedagang itu lantaran pasokan barang di PBM di-handle Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha. Untuk sementara, perusahaan pelat merah milik Pemkot Madiun itu hanya meng-cover subsidi bahan pokok penting (bapokting). Seperti, beras, gula, minyak goreng, telur ayam ras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Meski begitu, bukan tidak mungkin pihak Aneka Usaha bakal menyalurkan subsidi ke komoditas lain. Termasuk ikan dan daging ayam ras. ‘’Kalau di pasar lain subsidi tunai ke pedagang masih berjalan,’’ ujarnya.

Jika masyarakat hendak mendapatkan ikan dan daging ayam ras dengan harga miring, lanjut dia, bisa belanja ke Pasar Sleko, Pasar Kawak, Pasar Kojo, Pasar Srijaya, dan Pasar Merpati. Pasalnya, pedagang sejumlah pasar tersebut masih disubsidi untuk menekan kenaikan harga komoditas pangan. ‘’Terus berjalan hingga awal Desember mendatang,’’ ujarnya.

Ansar menambahkan, subsidi harga ikan dan ayam potong sejauh ini cukup membantu masyarakat. Pemkot mengucurkan subsidi kisaran Rp 5 ribu per kilogram untuk dua komoditas pangan tersebut.

Selain menekan inflasi, subsidi tersebut juga untuk meningkatkan konsumsi ikan guna mencukupi gizi masyarakat. ‘’Sembako murah terus berjalan. Bahkan, kami perluas titik sasarannya hingga toko kelontong kelurahan.’’ ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, saat ini ada sekitar 20 warung tekan inflasi (wartek). Jumlah itu kemungkinan ditambah menyesuaikan total kelurahan di Kota Madiun. Bahkan, diperkirakan lebih dari itu. ‘’Rencana ada satu hingga dua wartek di satu kelurahan. Menyesuaikan luas wilayah dan jumlah sasaran,’’ bebernya.

Penunjukan wartek toko kelontong diutamakan bagi pelaku usaha yang benar-benar bersedia menaati aturan subsidi yang berlaku. Pemkot tak memaksa harus mau disubsidi. Pun, disdag menggandeng kelurahan untuk menentukan toko kelontong sebagai wartek. ‘’Insya Allah tidak ada persoalan,’’ klaimnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#pedagang pasar besar madiun #PBM #subsidi #disdag #ikan #Pasar Besar Madiun #ayam potong #Subsidi Bapokting #Pemkot Madiun