‘’Proyek lanjutan ini dibiayai dari PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) 2022,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto, Selasa (8/11).
Normalisasi menyentuh saluran air sepanjang 50 meter di sisi timur jalan. Saluran yang ada bakal dibongkar dan dipasang reinforced concrete box (RCB) atau gorong-gorong. Di atasnya dibangun trotoar-pedestrian selebar dua meter. Pekerjaan ini menyedot anggaran Rp 200 juta. ‘’Progresnya sudah sekitar 40 persen selesai,’’ imbuhnya.
Dia menuturkan, normalisasi untuk mengoptimalkan kembali fungsi saluran air. Sehingga, tidak menimbulkan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Air bakal dialirkan ke sungai kawasan jembatan Pasar Pancasila dan berlanjut ke Bengawan Madiun.
Sedangkan trotoar-pedestrian, untuk memfasilitasi pejalan kaki. Selain itu juga sebagai estetika penataan kota. ‘’Untuk spek (spesifikasi) trotoar termasuk kursi besi cor dan lampu kami sesuaikan dengan trotoar di paket proyek sebelumnya agar seragam,’’ jelasnya.
Pekerjaan tambahan ini untuk melengkapi proyek sebelumnya sepanjang sekitar 850 meter. Sehingga, total di Jalan Mayjend Sungkono sepanjang 900 meter. Trotoar-pedestrian menyambung mulai utara garasi mobil pemadam kebakaran (damkar) hingga simpang empat jembatan Manguhajo. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto