.........
Wali Kota Madiun Maidi langsung dihadapkan sejumlah agenda begitu menginjakkan kaki di Korsel. Senin (7/11), misalnya, dia mengikuti technical workshop yang diselenggarakan Evolution and Transformation Research Institute (ETRI) di Kota Daejeon.
Di forum itu, perubahan pesat Daejeon dipaparkan. Termasuk upaya otoritas kota terbesar kelima di Korsel itu mewujudkan kota ramah lingkungan, melestarikan budaya, serta mengembangkan sains dan teknologinya.
‘’Daejeon dibangun dari kota lama menjadi kota baru yang menerapkan full smart city. Dari sini kami bisa belajar untuk membawa Kota Madiun bisa seperti ini,’’ kata saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun.
Maidi menjelaskan, ETRI mampu membangun Kota Daejeon dengan sejumlah terobosan dalam bidang teknologi. Itu pula yang bakal diadopsi untuk mengembangkan Kota Madiun. ‘’Kota cerdas dan luar biasa. Semoga segala kemajuan di sini (Daejon, Red) bisa diterapkan di Kota Madiun,’’ ujarnya.
Menurut dia, perkembangan sains dan teknologi di Daejeon membuat infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM) kota itu semakin maju sehingga patut dijadikan percontohan. Termasuk penataan jalur pedestrian yang rapi dan bersih. ‘’Saya lihat jika ada sampah yang menumpuk langsung dibersihkan petugas. Sepanjang saya jalan-jalan di sini (Daejon, Red), semua bersih,’’ ungkapnya.
Kedisiplinan warga Daejeon dengan populasi sekitar 1,5 juta jiwa itu, kata Maidi, juga layak diteladani. Dalam berlalu-lintas, misalnya, pengendara spontan menghentikan kendaraannya ketika mendapati lampu lalu lintas di pelican crossing menyala merah.
‘’Walaupun sudah tidak ada pejalan kaki tapi lampu merah masih menyala, mereka tetap berhenti. Tidak ada yang nekat menerobos. Semua peraturan di sini sangat dipatuhi warganya,’’ ungkap Maidi.
Maidi menambahkan, lawatannya ke Korsel tak hanya menyambangi Daejeon. Hari ini, dia dijadwalkan bertolak ke Kota Jeonju. Setelah itu, ganti ke Seoul dan Incheon. (bersambung/ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto